Hujan Ekstrem Guyur Aceh dan Sumatera Utara, BMKG: Bukan Disebabkan Siklon Tropis ARNAB

kompas.tv
7 jam lalu
Cover Berita
Ilustrasi hujan (Sumber: Envato/africaimages)

JAKARTA, KOMPAS.TV - Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mencatat kejadian hujan berintensitas sedang hingga ekstrem yang mengguyur sejumlah wilayah di Aceh dan Sumatera Utara dalam tiga hari terakhir.

Berdasarkan data pengamatan stasiun meteorologi BMKG pada 25 Oktober 2026, curah hujan harian tertinggi tercatat mencapai 187 milimeter di Pos Hujan Kluet Tengah, Kabupaten Aceh Selatan, serta 103 milimeter di Pos Hujan Lobu Rampah, Kabupaten Labuhanbatu Utara.

Sekretaris Utama BMKG, Guswanto, menegaskan cuaca ekstrem tersebut bukan disebabkan oleh Siklon Tropis ARNAB. Hujan lebat yang terjadi lebih dipengaruhi oleh dinamika atmosfer kawasan lokal.

Itu seperti sirkulasi siklonik di Laut Andaman sebelah utara Aceh, serta aktivitas Madden-Julian Oscillation (MJO) dan Gelombang Rossby Ekuatorial di wilayah Sumatra bagian utara.

Masyarakat diimbau tidak khawatir berlebihan terhadap keberadaan Siklon Tropis ARNAB karena sistem tersebut tidak memberikan dampak langsung terhadap kondisi cuaca maupun gelombang laut di Indonesia.

Baca Juga: Prakiraan Cuaca BMKG Kota Besar di Indonesia Besok Rabu 28 Oktober 2026: Ini Wilayah yang akan Hujan

Namun, kewaspadaan terhadap potensi hujan lebat dan angin kencang di wilayah Sumatera bagian utara tetap harus ditingkatkan.

Pemicu Cuaca Ekstrem dan Peringatan Dini BMKG

Menindaklanjuti kondisi cuaca yang dinamis ini, BMKG telah menerbitkan peringatan dini (early warning) terkait potensi hujan lebat hingga sangat lebat.

Informasi tersebut disebarkan baik pada tingkat nasional maupun spesifik untuk masing-masing provinsi terdampak.

Plt. Deputi Bidang Meteorologi BMKG, Andri Ramdhani, menyampaikan penerbitan peringatan dini dilakukan agar pemerintah daerah dan masyarakat dapat memperoleh informasi akurat sesuai kondisi wilayahnya.

Langkah ini penting untuk mendorong persiapan serta antisipasi risiko bencana hidrometeorologi sejak dini.

Perkembangan dan Analisis Siklon Tropis ARNAB

Siklon Tropis ARNAB resmi terbentuk di perairan Teluk Benggala pada 26 Oktober 2026 pukul 07.00 WIB. Sistem ini berkembang dari bibit siklon tropis 98B yang telah dipantau BMKG sejak 19 Oktober 2026 saat masih berada di sekitar Laut Andaman.

Berdasarkan analisis terkini pada Selasa, 27 Oktober 2026 pukul 07.00 WIB, posisi Siklon Tropis ARNAB terdeteksi di koordinat 16,0° LU dan 84,8° BT atau berada di luar area pantau Tropical Cyclone Warning Centre (TCWC) Jakarta.

Sistem ini memiliki kecepatan angin maksimum mencapai 90 knot (sekitar 166 km/jam) serta tekanan udara minimum 968 hPa.

Dalam 24 jam ke depan, ARNAB diprakirakan bergerak ke arah barat-barat laut memasuki daratan India dan diprediksi mulai melemah dalam kurun waktu dua hari mendatang.

Baca Juga: Pengadu Suket Gibran ke Polisi Ikut Datangi Kemenko Kumham, Ini Pesannya untuk Menko Yusril

Potensi Sirkulasi Siklonik Baru di Laut Andaman

Di samping pemantauan Badai ARNAB, BMKG mengidentifikasi potensi terbentuknya sirkulasi siklonik baru di sekitar Laut Andaman sebelah utara Aceh mulai 27 Oktober 2026. Pemodelan cuaca menunjukkan peluang penguatan sistem ini masih tergolong rendah dalam 24 jam ke depan.

Meski demikian, sirkulasi baru tersebut berpotensi membentuk daerah konvergensi atau pertemuan massa udara yang dapat merangsang pertumbuhan awan konvektif. Kondisi ini berpeluang meningkatkan potensi hujan sedang hingga lebat di sebagian wilayah Sumatera bagian utara.

Dalam dua hingga tiga hari ke depan, sirkulasi siklonik ini diprediksi berkembang dan bergerak ke arah barat-barat laut menjauhi Indonesia.

Namun, efek pembentukan daerah konvergensi diperkirakan masih bertahan dan berpotensi memicu hujan di sebagian area Aceh dan Sumatera Utara.

Download KompasTV Apps di TV kamu, sekarang juga di https://app.kompas.tv/. Satu apps untuk semua Video Premium, Breaking News, dan Live Streaming 24/7 dari Kompas Gramedia.

Penulis : Dian Nita Editor : Tito-Dirhantoro

Sumber : Kompas TV

Tag
  • bmkg
  • hujan
  • ekstrem
  • cuaca
  • aceh
  • sumut
Selengkapnya


Artikel Asli

Komentar (0)


Lanjut baca:

thumb
Menteri PPPA: Kerja Kami Memang Tak Terlihat, karena Mengubah Perspektif Orang Lain
• 4 jam lalu
0
thumb
AS Siap Bahas Krisis Geopolitik di G20, Soroti Ancaman terhadap Energi dan Perdagangan Global
• 15 jam lalu
0
thumb
Baterai iPhone Cepat Drop? Ubah 8 Pengaturan Ini agar Daya Tahan Lebih Lama
• 15 jam lalu
0
thumb
Madura United Berang Keputusan Wasit Dinilai Berat Sebelah dan Enggan Dibantu VAR
• 8 jam lalu
0
thumb
Karhutla Masih Membara, Mengapa Sulit Dipadamkan?
• 15 jam lalu
0
Berhasil disimpan.