Seorang wisatawan bernama Endah membagikan pengalamannya saat membeli es jeruk di pinggir jalan di kawasan Malioboro, Kota Yogyakarta, ke media sosial. Ia mengaku membayar es jeruk seharga Rp 20 ribu per gelas.
Harga tersebut tergolong jauh di atas harga umum es jeruk yang dijual PKL di Yogyakarta berkisar antara Rp 3 hingga Rp 5 ribu per gelas.
Endah menuturkan, peristiwa tersebut terjadi pada malam Minggu ketika kawasan Malioboro ramai pengunjung. Saat itu, ia sedang makan siomay bersama suaminya dan membutuhkan minuman untuk menemani santapan mereka.
Ia lalu membeli dua gelas es jeruk dari seorang pedagang yang berada di kawasan tersebut.
Endah menjelaskan, tidak ada daftar harga yang terpampang saat itu. Dia sudah menanyakan sejak awal harga dua es jeruk dan dijawab Rp 20 ribu.
Ia berharap ke depan warung-warung bisa mencantumkan harga dengan jelas. Harapannya hal serupa tidak terjadi kepada wisatawan lainnya.
Wali Kota Minta Satpol PP Telusuri
Wali Kota Yogyakarta Hasto Wardoyo angkat bicara soal fenomena nuthuk atau menaikkan tarif tidak wajar ini. Hasto telah memerintahkan Kasatpol PP untuk mengusut.
"Saya sudah tugaskan pada Pak Kasatpol PP untuk mensweeping ya, pedagang-pedagang yang nakal dan saya minta untuk dicari karena 1,5 tahun yang lalu kita kasih informasi harga di masing-masing warung itu dan itu alhamdulillah sukses, tidak terjadi. Kemudian sekarang setelah 1,5 tahun terulang kembali ada," kata Hasto ditemui di Kepatihan Pemda DIY.
Hasto mengatakan berdasarkan penelusuran sementara peristiwa nuthuk ini terjadi bukan di warung tapi di pedagang kaki lima.
"Maka hari ini saya suruh Pak Kasatpol PP untuk mencari," katanya.
"Ke depan akan kita perlakukan seperti yang dulu kan. Kalau yang warung-warung yang rumahan kan kita kasih daftar tarif terus ada nomor WA yang untuk mengadu, kalau seandainya ada yang merasa dituthuk itu supaya mengadu pada saat itu juga real-time supaya kita bisa ke lapangan," tegasnya.
Hasto mengatakan harga makanan di pedagang kaki lima memang tidak ada perwal-nya. Akan tetapi pedagang juga harus mempertimbangkan kelayakan harga.
"Cuma kan harga layak itu kan juga ada," katanya.
"Karena terlalu banyak variasi minuman ya, saya tidak komentar dulu (soal harga Rp 20 ribu) biar dipelajari dulu ya. Karena minumannya kan terlalu banyak variasinya ya," ujarnya.
Di sisi lain, jika oknum pedagang tersebut ditemukan, Hasto juga akan memberikan pembinaan kepadanya.
"Paling tidak harus ada pembinaan. Ya (diminta) pasang transparan tarif dan nanti akan kita kasih nomor pemkot yang bisa dihubungi. Apabila ada yang merasa dituthuk bisa langsung menghubungi," pungkasnya.





Komentar (0)