OJK Ungkap Kendala Pengembalian Dana Korban Scam

kumparan.com
5 jam lalu
Cover Berita

Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mengungkapkan sejumlah kendala dalam proses pengembalian dana kepada korban penipuan atau scam. Salah satunya adalah proses verifikasi untuk memastikan dana yang diamankan benar-benar milik korban yang melaporkan kasus penipuan tersebut.

Berdasarkan data Indonesia Anti-Scam Centre (IASC) yang dikelola OJK, hingga 30 September 2026, sebanyak 702.833 rekening yang terindikasi terkait penipuan transaksi keuangan telah diblokir.

Total dana yang berhasil diblokir mencapai Rp 825,2 miliar. Namun, dari jumlah tersebut, baru Rp 207,16 miliar yang berhasil dikembalikan kepada korban.

Ketua Dewan Komisioner OJK, Friderica Widyasari Dewi, menjelaskan, dana yang berhasil diamankan tidak bisa langsung dikembalikan kepada korban. OJK perlu melakukan verifikasi untuk memastikan keabsahan dana dan memastikan pengembalian dilakukan kepada pihak yang berhak.

“Jadi, kita harus memastikan posisinya clean and clear. Jadi, memastikan itu benar-benar uangnya dari nasabah yang melapor dan sebagainya,” kata Friderica dalam agenda OJK Digiclass Tahun 2026 di Pusdiklatbangprof Kementerian Sosial RI, Selasa (27/10).

Selain proses verifikasi, kendala lainnya adalah perpindahan dana yang berlangsung cepat setelah korban mentransfer uang ke rekening penipu. Dana tersebut biasanya segera dialihkan ke rekening lain sehingga semakin sulit dilacak, diamankan, dan dikembalikan kepada korban.

Karena itu, Friderica mengimbau masyarakat yang menjadi korban penipuan untuk segera melaporkan kejadian tersebut ke IASC. Pelaporan yang cepat dapat meningkatkan peluang dana korban untuk diamankan sebelum dipindahkan oleh pelaku.

Menurutnya, sebagian korban baru menyadari telah tertipu setelah beberapa waktu berlalu. Lamanya waktu pelaporan disebut juga berpengaruh terhadap proses pelacakan dana. Semakin lama waktu pelaporan, dana yang ditransfer bisa saja sudah berpindah ke rekening lain sehingga peluang pemulihannya semakin kecil.

“Apalagi kalau orang punya rekeningnya banyak gitu, oh iya lupa gitu dan sebagainya, itu hati-hati. Tapi kalau bisa semakin cepat potensi itu kembali kan semakin banyak,” ujar Friderica.


Artikel Asli

Komentar (0)


Lanjut baca:

thumb
Sindikat Penyelundup 1,16 Ton Ketamin Akali ABK Pensiunan, Ngaku Bawa Minyak
• 21 jam lalu
0
thumb
Foto: Bertahun-tahun Tak Diklaim, 22 Jenazah Telantar Dikremasi di Bali
• 3 jam lalu
0
thumb
Reses di Pitumpanua, Syamsuddin Ahmad Tampung Aspirasi Infrastruktur hingga Kesehatan
• 6 jam lalu
0
thumb
Kredit Macet BUMN Bisa Kena Kasus Korupsi? Ini Penjelasan Yusril
• 3 jam lalu
0
thumb
AS siap bahas krisis geopolitik, energi, perdagangan di G20
• 16 jam lalu
0
Berhasil disimpan.