Shopee memfasilitasi ekspor produk lokal Indonesia ke pasar internasional melalui Program Ekspor Shopee Reguler dan Shopee FLEXI. Program yang reguler sudah membantu pemasaran 90 juta lebih produk sejak diluncurkan pada 2019 hingga 2025. Sedangkan lebih dari 5 juta produk lokal terjual melalui Shopee Ekspor FLEXI sejak Juli 2025.
Deputy Director of Government Relations Shopee Indonesia Balques Manisang mengatakan, produk fashion menjadi salah satu kategori yang paling diminati di pasar ekspor. Selain fesyen, produk perlengkapan rumah tangga, batik, kerajinan tangan, kosmetik, hingga aksesori olahraga berpeluang menjangkau konsumen di luar negeri.
"Yang paling top ekspor pasti dari fashion mostly," kata Balques di sela-sela acara bertajuk 'Jalan Global Kreasi Lokal' di Gudang Shopee, Jakarta, Selasa (27/10).
Ia menambahkan, produk batik dan perlengkapan rumah tangga juga memiliki potensi di pasar internasional. Selain itu, kerajinan tangan Indonesia memiliki keunikan tersendiri karena menawarkan karakter yang autentik dibandingkan produk dari negara lain.
Balques mencontohkan, produk yang menampilkan identitas budaya Indonesia dapat memiliki daya tarik tersendiri bagi konsumen asing. Oleh karena itu, pelaku usaha perlu menonjolkan karakter khas produknya agar lebih mudah dikenali di pasar tujuan ekspor.
Selain fashion dan kerajinan tangan, produk kecantikan atau beauty care telah menjangkau pasar Malaysia dan Singapura.
"Kosmetik juga cukup banyak. Bukan hanya fashion, tetapi banyak sekali. Beauty care juga seperti itu. Yang sudah ekspor ke Malaysia dan Singapura (banyak)," katanya.
Berdasarkan laman Pusat Edukasi Penjual, Program Ekspor Shopee Reguler memungkinkan penjual memasarkan produknya ke luar negeri dengan dukungan operasional dari Shopee. Pengelolaan toko di negara tujuan, penerjemahan produk, hingga komunikasi dengan pembeli asing ditangani oleh tim Shopee.
Dalam program ini, penjual menerima pesanan luar negeri melalui akun penjual di Indonesia. Penjual kemudian mengirimkan paket ke gudang Shopee di Indonesia untuk selanjutnya dikirimkan ke pembeli di luar negeri.
Sementara itu, Program Ekspor Shopee FLEXI memberikan keleluasaan lebih besar kepada penjual dalam mengelola strategi toko, promosi, iklan, dan interaksi langsung dengan pembeli luar negeri.
Berdasarkan laman panduan Shopee, FLEXI dapat diakses melalui Seller Centre versi PC untuk tujuan ekspor ke Brunei Darussalam, Filipina, Malaysia, Singapura, dan Thailand.
Sebelumnya, Program Ekspor Shopee Reguler telah memasarkan lebih dari 90 juta produk lokal ke Thailand, Taiwan, Malaysia, Singapura, Filipina, Brasil, dan Meksiko sejak 2019.
Sementara itu, program FLEXI diluncurkan untuk pasar Malaysia pada 2025. Pada 2026, jangkauannya diperluas ke Thailand, Filipina, Brunei Darussalam, dan Singapura.
Untuk mendukung pelaku usaha menembus pasar internasional, Shopee juga menyediakan kelas ekspor yang mencakup tiga materi intensif, yakni kelas kompetensi, pemahaman pasar, dan optimalisasi toko.
Shopee juga berencana mengadakan kegiatan market immersion di Malaysia. Melalui program ini, penjual terpilih dapat mempelajari kondisi pasar secara langsung dan diharapkan mampu menerapkan pengetahuan yang diperoleh untuk meningkatkan penjualan.
Balques mengatakan, edukasi bagi pelaku UMKM perlu dilakukan secara berkelanjutan. Menurut dia, strategi pemasaran dan penjualan harus terus diperbarui agar penjual dapat mengikuti perubahan kebutuhan konsumen.





Komentar (0)