JAKARTA, KOMPAS.TV - Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mendeteksi potensi pembentukan sirkulasi siklonik baru.
Berdasarkan pemodelan cuaca BMKG menunjukkan potensi pembentukan sirkulasi siklonik baru di sekitar Laut Andaman mulai 27 Oktober 2026, dengan peluang penguatan yang masih rendah dalam 24 jam ke depan.
Menurut BMKG, sirkulasi ini berpotensi membentuk daerah konvergensi yang mendukung pertumbuhan awan konvektif dan meningkatkan peluang terjadinya hujan dengan intensitas sedang hingga lebat di sebagian wilayah Sumatra bagian utara.
“Dalam dua hingga tiga hari ke depan, sirkulasi siklonik di sekitar Laut Andaman berpotensi berkembang dan bergerak ke arah barat-barat laut, semakin menjauhi wilayah Indonesia,” ungkap Plt. Deputi Bidang Meteorologi, Andri Ramdhani, Selasa (27/10/2026), dikutip dari bmkg.go.id.
Baca Juga: BMKG Rilis Prospek Cuaca Jawa Barat 27 Oktober-1 November 2026: Waspadai Hujan Lebat
Sirkulasi ini masih berpotensi mendukung pembentukan daerah konvergensi yang dapat meningkatkan peluang hujan di sebagian wilayah Aceh.
Perkembangan sistem dan potensi dampaknya terhadap cuaca akan terus dipantau berdasarkan analisis dinamika atmosfer terkini.
Andri menegaskan bahwa BMKG akan terus memantau perkembangan sirkulasi siklonik di sekitar Laut Andaman dalam 1-2 hari ke depan melalui analisis terpadu berbasis data pengamatan, citra satelit, dan dinamika atmosfer.
Siklon Tropis ARNAB Menjauh dari IndonesiaPihak BMKG mengonfirmasi adanya perkembangan sistem siklonik 98B di Laut Andaman sejak 19 Oktober 2026 dengan sirkulasi lemah.
Sistem ini berkembang menjadi Siklon Tropis ARNAB di Teluk Benggala dengan pergerakan menjauhi Indonesia.
Andri mengungkapkan hasil analisis per 27 Oktober 2026 pukul 07.00 WIB bahwa sistem berada pada posisi 15,9°LU dan 86,0°BT dengan kecepatan angin maksimum 65 knot (120 km/jam) dan tekanan udara minimum 985 hPa.
Pergerakan siklon terpantau menjauhi wilayah Indonesia hingga ke luar wilayah monitoring TCWC Jakarta.
Baca Juga: Tema dan Logo Hari Sumpah Pemuda 2026, Ini Link Downloadnya
“Dalam 24 jam ke depan, Siklon Tropis ARNAB diprakirakan bergerak ke arah barat laut menuju posisi sekitar 16,2°LU dan 82.8°BT dengan intensitas yang berpotensi meningkat hingga mencapai kecepatan angin maksimum 70 knot.
Selanjutnya, dalam 48 jam ke depan, sistem diprakirakan melemah saat memasuki daratan India di sekitar 18,5°LU dan 81,5°BT. Dalam 72 jam ke depan, sistem diprakirakan semakin melemah menjadi kategori Tropical Low di sekitar 22.0°LU dan 81.49°BT.
Pergerakan sistem yang semakin menjauhi wilayah Indonesia, menyebabkan Siklon Tropis ARNAB diprakirakan tidak memberikan dampak signifikan terhadap kondisi cuaca dan perairan di Indonesia, termasuk Sumatra bagian utara.
Apabila terdapat perkembangan signifikan yang berpotensi berdampak terhadap Indonesia, BMKG akan menyampaikan pembaruan melalui kanal resmi. Maka dari itu, masyarakat diimbau tetap tenang dan mengikuti informasi serta peringatan dini cuaca melalui http://www.bmkg.go.id, aplikasi InfoBMKG, dan media sosial @infobmkg.
Download KompasTV Apps di TV kamu, sekarang juga di https://app.kompas.tv/. Satu apps untuk semua Video Premium, Breaking News, dan Live Streaming 24/7 dari Kompas Gramedia.
Penulis : Dian Nita Editor : Gading-Persada
Sumber : bmkg.go.id
- bmkg
- sirkulasi siklonik
- hujan
- aceh
- sumut
- cuaca






Komentar (0)