CELEBESMEDIA.ID, Makassar - Di bawah lampu Stadion PKOR Sumpah Pemuda, Bandar Lampung, Senin (26/10) malam, ada satu sosok yang paling sibuk di antara dua puluh dua pemain di lapangan.
Bukan penyerang yang gagal mengonversi peluang, bukan pula gelandang yang mengatur tempo. Dialah Muhammad Ardiansyah, penjaga gawang PSM Makassar, yang berulang kali berdiri tegak di hadapan gempuran tuan rumah Bhayangkara FC.
Laga pekan ke-7 Super League 2026/27 itu berakhir tanpa gol, 0-0. Bagi PSM, satu poin dari markas lawan terasa berharga, dan sebagian besar kredit layak dialamatkan kepada kiper berusia 23 tahun tersebut.
Beberapa kali Bhayangkara FC mencoba membuka keunggulan, dan beberapa kali pula aksi Ardiansyah di bawah mistar menggagalkan upaya mereka.
Dikutip dari laman resmi I.League, Ardiansyah mencatatkan dua penyelamatan krusial yang menjaga gawang Juku Eja tetap perawan.
Kontribusinya tidak berhenti di situ. Ia juga melepaskan 14 umpan dan memenangi tiga duel perebutan bola di udara, tanda bahwa ia piawai membaca arah bola, tidak ragu keluar dari sarangnya, dan tenang saat menguasai bola.
Hasil di Bandar Lampung menjadi clean sheet kedua Ardiansyah secara beruntun. Pekan sebelumnya, penampilannya bahkan lebih menonjol ketika PSM menundukkan Persebaya Surabaya dengan skor tipis 1-0.
Dalam laga itu ia membukukan empat penyelamatan krusial, tujuh kali ball recovery, lima intersepsi, dan 35 umpan sukses.
Angka-angka tersebut menunjukkan bahwa perannya tidak sebatas penghenti tembakan, melainkan juga pembuka serangan dari lini paling belakang.
Capaian ini terasa istimewa karena kontras dengan awal musim PSM. Sebelum Ardiansyah mengambil alih posisi di bawah mistar, Juku Eja sudah kebobolan 12 gol.
Pertahanan yang rapuh sempat menjadi pekerjaan rumah terbesar tim. Kini, dua laga beruntun tanpa kebobolan memberi sinyal bahwa lubang itu mulai tertutup.
Kepercayaan pelatih Darije Kalezic kepada Ardiansyah pun bukan tanpa alasan. Sang pelatih menjadikannya pilihan utama karena performa kiper senior Hilman Syah menurun.
Keputusan itu kini terlihat berbuah manis. Pemain muda yang diberi kesempatan tersebut menjawabnya dengan penampilan solid dan konsisten.
Tentu perjalanan masih panjang. Kompetisi baru memasuki pekan ke-7, dan konsistensi akan diuji oleh lawan-lawan yang lebih beragam.
Namun bagi PSM Makassar dan para suporter yang setia mengikuti, nama Ardiansyah kini menjadi secercah harapan baru.
Jika tren ini terus terjaga, bukan tidak mungkin ia menjadi fondasi bagi kebangkitan Pasukan Ramang musim ini.





Komentar (0)