Aktris Sha Ine Febriyanti menjadi pemeran utama dalam film Netflix Indonesia terbaru bertajuk Secrets. Film drama thriller garapan sutradara Ravi Bharwani ini dijadwalkan tayang serentak secara global pada 3 Desember 2026.
Lewat proyek ini, penonton juga disuguhkan duet perdana antara Sha Ine Febriyanti dan aktor kawakan Abimana Aryasatya.
Bagi Ine, menerima tawaran bermain dalam Secrets bermula dari rasa kagumnya terhadap sutradara Ravi Brahwani. Sha Ine langsung menyetujui proyek tersebut bahkan sebelum membaca skenarionya.
"Saya justru belum baca naskahnya, tapi Ravi termasuk dalam daftar sutradara idaman saya. Jadi ketika saya ditawari peran ini saya tidak berpikir panjang untuk bilang ‘ya’. Dan ternyata naskahnya memang sangat menantang," ungkap Sha Ine lewat keterangan resmi, Senin (26/10).
Di proyek besutan Buddy Buddy Pictures ini, Sha Ine memerankan Parni, ibu tunggal dengan masa lalu yang kelam dan getir.
Cerita bergulir saat Parni berupaya membangun kehidupan yang tenang bersama putrinya setelah 16 tahun melarikan diri dari mantan pasangannya yang abusive.
Namun, kedamaian itu runtuh ketika mantan pasangannya, Jamal (diperankan Abimana Aryasatya), tiba-tiba kembali dengan dendam membara serta ancaman membongkar rahasia masa lalunya.
Riset ke PSK
Guna menyelami karakter Parni, Sha Ine meluangkan waktu membedah karakternya.
Perjalanan hidup Parni menuntut Ine berubah dari sisi fisik, batin, hingga berbagai fase hidup dari masa muda hingga fase dewasa.
"Ada fase ketika dia bahagia, lalu ada fase dia mengalami depresi berat setelah kembali berhadapan dengan trauma masa lalunya. Parni adalah karakter yang lengkap. Dia rasa rapuh, takut, tapi dia juga sangat berani," ucap Sha Ine.
Demi memahami dunia prostitusi dan profesi pekerja seks, Ine bersama Ruth Marini (pemeran tokoh Darsi) memutuskan terjun langsung ke sebuah lokalisasi.
Selama empat jam di sana, ia menyerap realitas kehidupan malam, mendengar dinamika sosial, serta menyelami berbagai motif pelik yang jadi latar orang-orang memilih jalan profesi tersebut.
Namun, Parni yang ditampilkan Ine mewajibkannya bermain secara halus atau subtle. Alih-alih meledak-ledak, ia dituntut untuk menyampaikan ketakutan dan luka lewat wajah yang sangat presisi.
"Jadi seperti microexpression. Parni seperti terus menahan sesuatu, terutama ketika kembali bertemu Jamal. Jadi saya sebagai Parni tidak bisa meledakkan emosi," jelas Ine.
Ketegangan Parni semakin terbangun berkat kontras performa yang dihadirkan oleh sang lawan main, Abimana Aryasatya. Memerankan antagonis, Abimana mengambil referensi dari figur nyata yang pernah ia temui.
"Kebetulan saya dulu pernah tahu karakter yang seperti ini. Kurang lebih perilaku mereka serupa, memperlakukan wanita sebagai objek dan bergerak berdasarkan insting hewani," terang Abimana.
Diproduseri Wilza Lubis dengan naskah yang ditulis Ravi Bharwani dan Rayya Makarim, film ini meramu isu berat seperti KDRT, prostitusi, hingga relasi ibu dan anak yang hangat.
Selain Ine dan Abimana, film ini menampilkan deretan aktor papan atas termasuk Shenina Cinnamon dan Ruth Marini.






Komentar (0)