Heboh Pria di Bangkalan Ngaku Imam Mahdi, MUI: Sesat!

rctiplus.com
6 jam lalu
Cover Berita
Heboh Pria di Bangkalan Ngaku Imam Mahdi, MUI: Sesat!Nasional | okezone | Selasa, 27 Oktober 2026 - 09:16

JAKARTA - Majelis Ulama Indonesia (MUI) memastikan bahwa klaim dan praktik yang dilakukan seorang pria berinisial FF dari Bangkalan, Jawa Timur, sebagai Imam Mahdi merupakan hal yang salah dan sesat.

Wakil Ketua Umum MUI Kiai M Cholil Nafis mengatakan, dalam keyakinan Ahlussunnah wal Jamaah, kata Cholil, kedatangan Imam Mahdi merupakan perkara akidah yang diyakini terjadi pada akhir zaman, menjelang turunnya Nabi Isa dan kemunculan Dajjal, serta memiliki riwayat hadis sahih yang menjelaskan karakteristiknya.

​"Memang Imam Mahdi itu dalam keyakinan Islam akan datang pada akhir zaman. Tapi ketika dia ngaku sebagai Imam Mahdi, itu sudah jelas merupakan kesalahan dan kesesatan," ujar Cholil Selasa (27/10/2026).

Berdasarkan hadis Nabi Muhammad Shallallahu Alaihi Wasallam, Cholil menerangkan, garis keturunan Imam Mahdi sudah jelas berasal dari keturunan Siti Fatimah, bukan dari klaim sepihak oknum yang tidak berdasar secara silsilah maupun keilmuan yang valid.

Baca Juga:Filep Wamafma Dorong Mekanisme Nasional untuk Penyelesaian Konflik Papua

Menurutnya, klaim Imam Mahdi pria di Bangkalan semakin fafal setelah pelaku mengklaim memiliki kekuasaan atas takdir, umur, hingga keimanan seseorang. Menurutnya, hal tersebut sangat tidak masuk akal.

​"Wong dirinya sendiri tidak tahu pada takdirnya sendiri, bagaimana bisa tahu pada takdir orang lain? Kalau tahu, saya pikir enggak bakalan dia nipu dan akhirnya dilaporkan ke polisi," ujar Cholil.

Cholil menilai, klaim itu semakin sesat ketika pelaku menerapkan tarif pada umat untuk penebusan dosa, umur panjang, dan keselamatan keluarga. Adapun total kerugian korban mencapai Rp1,3 miliar.

Cholil menyayangkan pengkultusan terhadap individu yang berlebihan terhadap figur tertentu kerap dijadikan alat oleh oknum tidak bertanggung jawab untuk mengeruk keuntungan materi secara dzalim.

Kendatj maraknya kasus penipuan berkedok agama di era modern ini, Cholil menekankan perlunya langkah preventif yang melibatkan seluruh elemen masyarakat. Ia juga berpesan agar masyarakat tidak mudah terkecoh oleh tampilan luar atau fenomena keanehan yang tidak sesuai dengan akidah Islam murni.

 Baca Juga:MUI Apresiasi Delegasi Indonesia Walk Out saat PM Israel Netanyahu Pidato di PBB

Cholil mendorong peningkatan literasi keagamaan, pemanfaatan media digital secara positif untuk pendidikan umat, serta pentingnya mengirim anak-anak mengenyam pendidikan di pesantren atau lembaga pendidikan Islam yang memiliki sanad dan kurikulum jelas.

"Bagi masyarakat yang telanjur berada di dalam lingkaran atau menjadi korban kelompok menyimpang, mengimbau agar segera keluar, berkonsultasi dengan para ulama lurus, serta berkoordinasi dengan organisasi keagamaan besar maupun pihak berwajib agar ajaran sesat tersebut tidak terus memakan korban jiwa dan materi di tengah masyarakat," pungkasnya.

Kasus penipuan berkedok ajaran agama yang mencuat di Kabupaten Bangkalan, Jawa Timur, menuai sorotan tajam dari berbagai pihak.

Kasus ini terkuak berawal dari laporan warga berinisial FF ke pihak kepolisian karena diduga melakukan penipuan serta pemerasan terhadap para pengikutnya, dengan kerugian total mencapai Rp1,3 miliar.

Modus operandi yang digunakan pelaku tergolong nekat, menyimpang jauh dari ajaran Islam dan memanfaatkan kultur masyarakat lokal yang sangat menghormati tokoh agama.

#nasional

Artikel Asli

Komentar (0)


Lanjut baca:

thumb
Cek Jadwal Tes Kemampuan Akademik SMA/SMK 2026
• 21 jam lalu
0
thumb
Produk Turunan Sawit Jadi Andalan UMKM untuk Naik Kelas
• 10 jam lalu
0
thumb
Lula da Silva Terpilih Kembali Jadi Presiden, Bursa Saham dan Mata Uang Brasil Anjlok
• 9 jam lalu
0
thumb
Gelar MESOP Mulai November, SSIA Siapkan 82,34 Juta Hak Opsi
• 11 jam lalu
0
thumb
Waspada Makin Marak Biro Umrah Terapkan Modus Ponzi
• 19 jam lalu
0
Berhasil disimpan.