Danantara Ungkap Keseriusan Investasi di Industri Tekstil, Ini yang Diincar

republika.co.id
1 jam lalu
Cover Berita

JAKARTA — Danantara Indonesia menegaskan keseriusannya untuk berinvestasi di sektor tekstil dalam negeri. Kepala BP BUMN sekaligus COO Danantara Indonesia, Dony Oskaria, mengatakan pihaknya tengah menjajaki investasi di industri tekstil nasional sebagai bagian dari upaya memperkuat sektor padat karya dan memperluas lapangan kerja.

“Bapak Presiden kan inginnya industri ini memberikan employment yang besar, terutama sekali yang padat karya yang menyerap tenaga kerja banyak,” ujar Dony usai menghadiri Danantara Technology Innovation Investment Forum (DTIIF) 2026 di Hotel Fairmont, Jakarta, Senin (26/10/2026).

Baca Juga
  • Danantara Bidik Mitra Global untuk Bangun Industri Hilir Nikel di Indonesia
  • Danantara Restrukturisasi Besar-besaran 1.074 BUMN
  • Danantara Benahi Layanan Garuda Sebelum Konsolidasi Maskapai BUMN

Dony menyebut investasi tersebut tidak hanya menyasar industri hilir, tetapi juga mencakup rantai produksi dari hulu hingga hilir. Namun, Dony belum dapat membeberkan besaran alokasi investasi Danantara untuk industri tekstil.

“Jumlahnya berapa dan itu tergantung daripada kebutuhannya nanti dalam kita memulai membangun industri tekstil ini,” ucap Dony.

.rec-desc {padding: 7px !important;}

Dony menjelaskan terdapat sejumlah opsi yang sedang dikaji Danantara untuk mengembangkan industri tekstil nasional. Dia menyebut opsi tersebut mencakup pengambilalihan perusahaan yang sudah beroperasi maupun membangun perusahaan baru dari awal.

Menurut Dony, pengambilalihan perusahaan yang mengalami kesulitan dapat menjadi salah satu langkah untuk menyelamatkan kegiatan usaha sekaligus mencegah terjadinya pengurangan tenaga kerja dalam jumlah besar. Namun, menurut dia, langkah tersebut harus disertai pembenahan model bisnis agar perusahaan dapat beroperasi secara lebih sehat dan berkelanjutan.

“Misalkan tadi kalau dia mati terjadi pengurangan karyawan yang banyak. Nah, ini kan kita harus selamatkan juga yang begitu kan. Tapi kita perbaiki business model-nya dengan benar dan dengan lebih rapi,” ungkap Dony.

Dony menambahkan, Danantara masih mengevaluasi berbagai alternatif sebelum menentukan langkah investasi yang akan diambil. Dia menyampaikan evaluasi tersebut juga mencakup kemungkinan keterlibatan Danantara dalam menyelamatkan perusahaan tekstil yang telah ada, termasuk Sritex.

“Ya, tadi yang ditanya kan tadi ya kita sedang lakukan evaluasi. Ya, mudah-mudahan nanti akan teman-teman akan lihat, kan semua akan terbuka nanti begitu kita mulai,” sambung Dony.

Dony menegaskan, pengembangan industri tekstil tidak akan berhenti pada sektor hilir, melainkan mencakup keseluruhan rantai pasok, mulai dari hulu, tengah, hingga hilir. Dony berharap pendekatan terintegrasi tersebut dapat memperkuat ekosistem industri tekstil dalam negeri sekaligus meningkatkan kemampuan industri nasional dalam memenuhi kebutuhan pasar domestik.

“Kita akan masuk itu di tekstil itu tidak hanya di downstream-nya, tapi mulai dari upstream-nya, midstream-nya sampai downstream-nya,” lanjut Dony.

Dony menilai besarnya pasar domestik menjadi salah satu modal penting untuk mengembangkan industri tekstil nasional. Dia juga menilai perlu adanya penguatan kapasitas produksi dalam negeri untuk memenuhi kebutuhan pasar domestik.

“Kita serius karena dampaknya membuka lapangan pekerjaan yang banyak. Apalagi dengan market yang kita punya, hampir 300 juta kan penduduk kita,” kata Dony.

 

Loading...
.img-follow{width: 22px !important;margin-right: 5px;margin-top: 1px;margin-left: 7px;margin-bottom:4px}
Ikuti Whatsapp Channel Republika
.img-follow {width: 36px !important;margin-right: 5px;margin-top: -10px;margin-left: -18px;margin-bottom: 4px;float: left;} .wa-channel{background: #03e677;color: #FFF !important;height: 35px;display: block;width: 59%;padding-left: 5px;border-radius: 3px;margin: 0 auto;padding-top: 9px;font-weight: bold;font-size: 1.2em;} @font-face { font-family: "LPMQ"; src: url("https://static.republika.co.id/files/alquran/LPMQ-IsepMisbah.ttf") format("truetype"); font-weight: normal; font-style: normal } .arabic-text { font-family: "LPMQ"; font-weight: normal !important; direction: rtl; text-align: right; font-size: 2.5em !important; line-height: 49px !important; }

Artikel Asli

Komentar (0)


Lanjut baca:

thumb
Pemerintah Bakal Gelar Akad Massal Rumah Subsidi di Malang Jatim
• 34 menit lalu
0
thumb
Polisi Sebut Driver Ojol di Sukabumi Ditembak Pakai Senapan Angin
• 21 jam lalu
0
thumb
Harry Kane Raih Ballon d’Or 2026, Akhiri Penantian Inggris Sejak 2001
• 1 jam lalu
0
thumb
Lampaui Target, Indonesia Raih 15 Emas di APG 2026
• 18 jam lalu
0
thumb
Tungku Diduga Tempat Dwi Bagus Bakar Jasad Dini-Anak di Madiun Diperiksa Polisi
• 1 jam lalu
0
Berhasil disimpan.