Polisi masih menyelidiki kasus dugaan penembakan terhadap seorang pengemudi ojek online (ojol) di Jalan Stasiun Timur, Kecamatan Cikole, Kota Sukabumi, yang terjadi pada Sabtu (24/10) malam.
Dalam kejadian tersebut, korban berinisial Z (24) diduga ditembak menggunakan senapan angin hingga mengalami luka di bagian belakang leher. Saat ini, korban masih menjalani perawatan di RSUD R Syamsudin SH dan menunggu tindakan operasi.
"[Ditembak pakai] Senapan angin," kata Kasat Reskrim Polres Sukabumi Kota AKP Hartono saat dikonfirmasi wartawan, Senin (26/10).
Sementara itu, Kasi Humas Polres Sukabumi Kota Ipda Ade Ruli mengatakan, polisi telah melakukan pengecekan dan olah tempat kejadian perkara (TKP).
Berdasarkan keterangan korban, kejadian bermula pada Sabtu sekitar pukul 23.30 WIB. Setelah mengantarkan penumpang, korban beristirahat di depan sebuah toko di lokasi kejadian. Saat itu, dua rekannya sesama pengemudi ojol juga berada di lokasi.
Kedua rekan korban kemudian pergi setelah mendapat orderan. Korban yang masih berada di tempat tersebut melihat dua orang mencurigakan di sekitar bagian bawah toko. Keduanya terlihat sedang nongkrong dengan sepeda motor jenis bebek.
“Tidak lama kemudian, saat korban sedang melihat telepon genggamnya, korban mendengar suara letusan yang menyerupai suara senapan angin,” ujar Ade dalam keterangan tertulisnya.
Pada saat yang sama, korban merasakan seperti terkena lemparan batu di bagian belakang lehernya hingga penglihatannya menjadi buram.
“Menyadari kondisi tersebut, korban berlari ke arah atas untuk mencari pertolongan,” imbuh Ade.
Korban kemudian bertemu dengan seorang pemulung barang bekas yang sedang tidur di emperan. Setelah bagian belakang lehernya diperiksa, diketahui luka tersebut mengeluarkan darah. Korban juga merasakan pusing.
Tidak lama berselang, saksi berinisial K, yang biasa berkumpul bersama korban, datang ke lokasi. Korban selanjutnya dibawa saksi ke RSUD R Syamsudin SH sekitar pukul 00.00 WIB pada Minggu (25/10) untuk mendapatkan penanganan medis.
Polisi menduga aksi tersebut dilakukan oleh dua orang yang identitasnya belum diketahui. Petugas telah melakukan olah TKP, meminta keterangan saksi, serta memeriksa rekaman kamera pengawas (CCTV) di sekitar lokasi.






Komentar (0)