Jababeka (KIJA) Fokus Perkuat Kawasan Industri demi Dongkrak Pendapatan Berulang

idxchannel.com
8 jam lalu
Cover Berita

PT Kawasan Industri Jababeka Tbk (KIJA) memperkuat strategi pertumbuhan jangka panjang melalui kawasan industri.

PT Kawasan Industri Jababeka Tbk (KIJA) memperkuat strategi pertumbuhan jangka panjang melalui kawasan industri. (Foto: Ist)

IDXChannel - PT Kawasan Industri Jababeka Tbk (KIJA) memperkuat strategi pertumbuhan jangka panjang melalui pengembangan layanan infrastruktur yang menghasilkan pendapatan berulang (recurring income) serta pengembangan kawasan industri dan properti yang didukung arus investasi.

Saat ini, Jababeka tengah fokus mengembangkan tiga kawasan industri, yakni Kawasan Industri Kendal, Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Tanjung Lesung, dan Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Morotai. Peningkatan daya saing kawasan tidak cukup hanya mengandalkan penjualan lahan, tetapi juga membutuhkan infrastruktur andal, layanan usaha, serta ekosistem pendidikan dan pengembangan sumber daya manusia.

Baca Juga:
Jababeka (KIJA) Akuisisi Kawasan Industri Seafer Rp340,86 Miliar

Direktur Jababeka, Hyanto Wihadhi mengatakan, perseroan akan mengembangkan setiap kawasan secara bertahap sesuai karakteristik, prioritas investasi, dan tingkat kematangannya. Infrastruktur dan KEK Kendal menjadi fokus penguatan kinerja, sedangkan Tanjung Lesung dan Morotai diarahkan untuk membuka peluang pertumbuhan jangka panjang melalui kemitraan yang terukur.

“Jababeka tidak hanya ingin memperbesar kontribusi Kawasan Industri Kendal, tetapi juga mendorong pengembangan KEK Tanjung Lesung dan KEK Morotai,” ujar Hyanto dalam keterangan resmi dikutip Selasa (27/10/2026).

Baca Juga:
Jababeka Ambil Alih Kawasan Industri Seafer, Saham KIJA Naik hingga 8 Persen

Pada semester I-2026, pendapatan pilar infrastruktur Jababeka meningkat 15 persen secara tahunan dan berkontribusi sekitar 57 persen terhadap pendapatan konsolidasian. Capaian ini memperkuat peran pendapatan berulang dalam model bisnis perseroan.

Melalui PT Jababeka Infrastruktur, perseroan memperkuat layanan energi dan listrik, penyediaan air bersih, pengolahan air limbah, pengelolaan kawasan, dan logistik di Cikarang. Jababeka juga mengevaluasi peluang memperluas layanan ke pasar yang lebih besar, termasuk melalui kerja sama strategis, merger, atau akuisisi secara selektif dengan mempertimbangkan kelayakan bisnis, potensi arus kas, dan risiko.

Sementara itu, Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Kendal, yang dikembangkan bersama Sembcorp Development dari Singapura, menjadi salah satu penggerak utama penjualan pemasaran (marketing sales) perseroan. Pada semester I-2026, Kendal menyumbang sekitar 71 persen dari total marketing sales Jababeka sebesar Rp1,19 triliun. Perseroan melanjutkan pengembangan kawasan dengan mempertimbangkan kebutuhan investor, kesiapan infrastruktur, dan perizinan.

Di KEK Tanjung Lesung, Banten, Jababeka melalui PT Banten West Java Tourism Development menjajaki peluang investasi di sektor pariwisata dan ekonomi maritim. Perseroan juga menjajaki kerja sama dengan pihak di Fuzhou, China, melalui konsep "Two Countries, Twin Parks" yang mencakup pariwisata, pendidikan, perikanan, dan industri pendukung. Pengembangan wisata bahari, termasuk kemungkinan pembangunan marina, turut dikaji.

Tanjung Lesung juga masuk dalam delegasi proyek Indonesia yang diperkenalkan kepada calon mitra dan investor dalam kegiatan promosi wisata bahari di Monako pada September 2026 yang difasilitasi Kementerian Pariwisata.

Adapun di KEK Morotai, Maluku Utara, Jababeka melalui PT Jababeka Morotai menjajaki kemitraan dengan pihak di Hainan, China, melalui konsep Twin Island. Potensi kerja sama meliputi pendidikan dan kesehatan, pariwisata dan kegiatan pertemuan, insentif, konvensi, serta pameran (MICE), hingga pengembangan pusat logistik untuk Indonesia Timur. Penjajakan ini masih memerlukan kajian kelayakan, kesepakatan para pihak, dan pemenuhan perizinan.

(Rahmat Fiansyah)


Artikel Asli

Komentar (0)


Lanjut baca:

thumb
Motif Sadis Dwi Bagus Bunuh Istri Siri dan Anak di Madiun Terungkap: Cemburu Buta, Istri Sah Chat Korban Jadi Pemicu
• 11 jam lalu
0
thumb
Innalilahi, Kompol Aditia Mulya Ramdhani Meninggal Dunia Setelah Koma Selama 7 Tahun
• 21 jam lalu
0
thumb
Rupiah Melemah Selasa Pagi Jadi Rp18.140 per Dolar AS, Diperkirakan Bergerak Fluktuatif
• 3 jam lalu
0
thumb
Kemenhut Kucurkan Rp200 Miliar ke Rekening Kepala Daerah untuk Jinakkan Karhutla di Sumsel
• 14 jam lalu
0
thumb
Lewat ASCOPE ke-51, Pertamina Tekankan Pentingnya Kolaborasi Energi di ASEAN
• 1 jam lalu
0
Berhasil disimpan.