Jakarta, tvOnenews.com- Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Indonesia masih dalam pengoptimalan pemadaman. OMC pun dimasifkan, terutama di tiga provinsi yang masuk dalam prioritas.
Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) menyampaikan sebanyak 15 pesawat dikerahkan untuk melaksanakan operasi modifikasi cuaca (OMC) di Kalimantan Tengah, Kalimantan Selatan, dan Sumatera Selatan. Upaya yang membantu penanganan karhutla.
- Antara/Nova Wahyudi/tom
"Harapannya, minggu ini menjadi periode basah sehingga ada potensi hujan," kata Kepala BMKG Teuku Faisal Fathani di Jakarta.
Sehuhungan dengan operasi ini, diharapkan dapat meningkatkan peluang terjadinya hujan untuk membantu memadamkan kebakaran, terutama di Sumatera Selatan dan Kalimantan Tengah yang masih mengalami tingkat kebakaran cukup tinggi.
Faisal menyebut potensi pertumbuhan awan di Kalimantan Tengah cukup tinggi selama lima hari sejak Senin. Prakiraan potensi pertumbuhan awan di Sumatera Selatan diperkirakan meningkat mulai Selasa hingga lima hari berikutnya.
"Sekarang pelaksanaan operasi modifikasi cuaca (OMC) dilakukan secara masif. Ini mungkin salah satu operasi terbesar yang pernah dilakukan di Indonesia," tuturnya, dikutip dari Antara, Selasa (27/10/2026).
Dalam operasi tersebut, BMKG menggunakan kombinasi bahan dry ice dan natrium klorida (NaCl) atau garam untuk mendukung pembentukan hujan. Operasi itu juga didukung pesawat Hercules, CN-295, dan pesawat lain milik TNI.
Selain itu, BMKG turut menyiapkan pemetaan mingguan hingga akhir November untuk mengidentifikasi wilayah yang berisiko sangat tinggi dan tinggi mengalami kebakaran.
Pemetaan tersebut digunakan untuk membantu menentukan wilayah prioritas dalam upaya antisipasi karhutla.
"Datanya sudah kami siapkan per minggu hingga akhir November. Kami juga sudah memetakan kecamatan-kecamatan yang berpotensi mengalami kebakaran dengan tingkat risiko sangat tinggi dan tinggi," sambung Kepala BMKG tersebut.
Di sisi lain, BNPB bersama kementerian, lembaga, dan pemerintah daerah juga menyusun langkah penanganan harian hingga mingguan untuk mengendalikan kekeringan serta kebakaran hutan dan lahan.
“Misalnya, operasi modifikasi cuaca (OMC) untuk memperbesar potensi hujan dengan menyemai NaCl dan semacamnya. Satuan tugas udara masih terus bekerja sesuai analisisnya,” jelas Berton.
Sebagaimana menurut data Direktorat Pengendalian Bencana BNPB melaporkan penanganan kebakaran di sejumlah provinsi prioritas. Luas lahan terbakar yang ditangani antara lain 7.938 hektare di Kalimantan Tengah, 1.974 hektare di Kalimantan Selatan, 1.290 hektare di Kalimantan Barat, 5.194 hektare di Sumatera Selatan, dan 2.025 hektare di Jambi.





Komentar (0)