Tim gabungan dari Kementerian Kehutanan (Kemenhut), Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA), dan Yayasan Inisiasi Alam Rehabilitasi Indonesia (YIARI) Ketapang kembali mengevakuasi dua ekor orang utan di area kebakaran hutan dan lahan (karhutla). Evakuasi dilakukan di kawasan perkebunan sawit PT Kayung Agro Lestari, Desa Kuala Satong, Kecamatan Matan Hilir Utara, Kabupaten Ketapang, Kalimantan Barat.
Proses evakuasi yang memakan waktu hingga berjam-jam ini dilakukan terhadap dua individu orang utan jantan dewasa bernama Adil dan Gigih, dengan metode menembakkan cairan bius ke tubuh mereka.
"Di satu sisi kita gembira karena berhasil menyelamatkan orang utan dari karhutla. Namun, di saat bersamaan kita juga sedih karena sadar masih banyak pekerjaan rumah yang harus diselesaikan. Tempat orang utan tinggal, bermain, dan hidup, belum dapat kita jaga dengan baik bersama," ujar Menteri Kehutanan (Menhut) Raja Juli Antoni, dikutip dari tayangan Headline News Metro TV, Senin, 26 Oktober 2026.
Baca Juga :
Penanganan Karhutla di Kotawaringin Timur Prioritaskan Jalur DaratTerkait penanganan karhutla yang meluas di wilayah Kalbar, pemerintah pusat telah menyalurkan Dana Bantuan Presiden (Banpres) senilai Rp240 miliar. Dana bantuan dari Presiden Prabowo Subianto tersebut dialokasikan secara bertahap untuk menanggulangi bencana ini.
"Tahap pertama sudah turun Rp200 miliar, dan itu langsung ditransfer kepada Gubernur (Kalimantan Barat, Ria Norsan) maupun kepada bupati-bupati terkait," pungkas Raja Juli.
(Lutfia Azzahra)





Komentar (0)