Survei terbaru lembaga Indonesia Political Opinion (IPO) menunjukkan Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi memuncaki tingkat elektabilitas calon Presiden Republik Indonesia.
Dedi Mulyadi berhasil mengungguli sejumlah figur nasional popular, termasuk Presiden Prabowo Subianto dan mantan Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan.
Riset yang berlangsung pada 12 hingga 20 Oktober 2026 ini melibatkan 1.200 responden dengan metode penarikan sampel secara acak. Survei ini memiliki margin of error sebesar ±2,9 persen pada tingkat kepercayaan 95 persen.
Dalam skenario pertanyaan terbuka mengenai figur yang akan dipilih jika Pemilihan Presiden digelar hari ini, Dedi Mulyadi meraih dukungan tertinggi sebesar 33,7 persen. Posisi kedua diisi oleh Prabowo Subianto dengan 14,5 persen, diikuti Anies Baswedan di urutan ketiga dengan 11,3 persen.
Sejumlah tokoh nasional lain tercatat meraih elektabilitas di bawah lima persen. Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) memperoleh 4,3 persen, Ganjar Pranowo 4,1 persen, Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka 3,7 persen, serta Mahfud MD 2,9 persen.
Nama-nama lain seperti Pramono Anung, Sherly Tjoanda (2,0%), Erick Thohir (1,9%), Andi Amran Sulaiman (1,0%), Zulkifli Hasan (0,9%), Susi Pudjiastuti (0,5%), Khofifah Indar Parawansa (0,5%), Bahlil Lahadalia (0,2%), dan Anwar Hafid (0,2%) juga muncul dalam daftar pilihan publik. Sementara itu, kelompok responden yang memilih rahasia, belum menentukan pilihan, atau tidak menjawab mencapai 15,8 persen.
Pihak IPO menjelaskan bahwa keunggulan Dedi Mulyadi terbilang signifikan dibanding nama-nama lainnya. Menurut analisis lembaga tersebut, sebaran suara kandidat lain masih terpecah dan belum fokus pada satu sosok penantang utama.
Pola serupa terlihat pada simulasi semi-terbuka dengan skenario pilihan 18 tokoh. Dedi Mulyadi konsisten berada di posisi teratas dengan raihan 32 persen dukungan. Prabowo Subianto membuntut di peringkat kedua dengan 18,4 persen, disusul Anies Baswedan 12,6 persen, Ganjar Pranowo 4,5 persen, dan Gibran Rakabuming Raka 3,1 persen.
Dalam simulasi 18 nama ini, tokoh-tokoh seperti AHY meraih 1,9 persen, disusul Pramono Anung, Mahfud MD, dan Sherly Tjoanda yang masing-masing mengantongi 1,0 persen. Nama lain seperti Tito Karnavian serta Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) juga masuk dalam bursa dengan perolehan masing-masing 0,2 persen.
Pada skenario ini, jumlah responden yang belum menentukan pilihan atau tidak menjawab berada di angka 20,1 persen.






Komentar (0)