Pelatih Persik kritik kualitas rumput JIS setelah kalah dari Persija

antaranews.com
13 jam lalu
Cover Berita
Jakarta (ANTARA) - Pelatih Kepala Persik Kediri Marcos Reina mengkritik kualitas rumput Jakarta International Stadium (JIS), Jakarta Utara, Senin, setelah timnya menelan kekalahan 1-2 dari tuan rumah Persija Jakarta di stadion tersebut pada laga pekan ketujuh BRI Super League 2026/27.

Pada laga tersebut, Persik sebagai tim tamu unggul terlebih dahulu lewat gol Imanol Garcia pada menit ke-10, sebelum mereka harus takluk dari Persija yang mampu bangkit berkat gol Denis Kolinger pada menit ke-64 dan Rizky Ridho pada menit ke-66.

"Saya sangat bangga kepada tim dan para pemain. Mereka berjuang seperti singa di stadion ini, yang merupakan stadion luar biasa dan berkelas. Namun, kondisi rumputnya sangat buruk," kata Reina dalam jumpa pers setelah pertandingan di JIS, Senin.

Menurut Reina, kondisi rumput di JIS membuat kedua tim tak bisa menampilkan permainan terbaiknya. Hal ini juga yang menyebabkan ketiga gol di laga ini semuanya berawal dari situasi bola mati.

Reina menyebut, ciri khas permainan Macan Putih seperti melakukan umpan-umpan pendek dan mendominasi pertandingan tak bisa terlihat pada laga ini karena buruknya kualitas rumput di JIS.

Ia pun mengatakan situasi ini menyebabkan timnya mengubah cara bermain, dengan bermain lebih sederhana untuk mencetak gol dan setidaknya mendapatkan satu poin.

Baca juga: Kalahkan Persik 2-1, Persija kokoh di puncak klasemen

"Para pemain pantas mendapatkan apresiasi karena terus berjuang seperti ini dan mampu membuat Persija kesulitan hingga pertandingan berakhir. Saya bangga kepada tim," kata pelatih asal Spanyol itu.

"Tentu, saya tidak senang dengan hasil ini karena kami ingin setidaknya mendapatkan satu poin. Menurut saya, kami pantas mendapatkannya. Namun, inilah sepak bola," tambah dia yang menyebut Persija sebagai tim terbaik di liga saat ini.

Baca juga: Persebaya tumbangkan Madura United 3-1

Hal yang sama juga dikeluhkan perwakilan pemain, Marcelo Djalo. Ia mengatakan bahwa rumput di JIS membuat kedua tim harus beradaptasi keras di pertandingan untuk menampilkan permainan terbaik.

"Gol pertama kami tercipta melalui situasi bola mati, begitu juga dengan gol Persija. Gol yang menentukan kemenangan mereka juga berasal dari situasi bola mati," kata bek 33 tahun tersebut.

Kekalahan ini menjadi kekalahan ketiga untuk Persik yang menempatkan mereka di peringkat kesembilan dengan 10 poin. Di sisi lain, kemenangan yang diraih Persija membawa mereka kokoh sebagai pemuncak klasemen dengan 18 poin.

Baca juga: Bhayangkara FC ingin lanjutkan tren kemenangan di kandang

Baca juga: PSM Makassar siap beri kejutan untuk Bhayangkara FC


Artikel Asli

Komentar (0)


Lanjut baca:

thumb
Kapan Datang Musim Hujan di Indonesia? Ini Kata BMKG
• 20 jam lalu
0
thumb
Komisi II DPR: Revisi UU Pemilu Ditargetkan Rampung Paling Lambat Maret 2027
• 14 jam lalu
0
thumb
Raidin Anom Baca Arah Politik Prabowo, Sebut Demokrat Lebih Menarik
• 17 jam lalu
0
thumb
BPS Catat Harga Cabai Merah Naik di 327 Daerah, Cabai Rawit Tembus Rp157.500 per Kilogram di Teluk Bintuni
• 19 jam lalu
0
thumb
Pakar berharap pengembangan panas bumi terus dioptimalkan
• 1 jam lalu
0
Berhasil disimpan.