Mendiksaintek Dorong Hasil Riset Kampus Tak Hanya Jadi Tumpukan Jurnal

wartaekonomi.co.id
3 jam lalu
Cover Berita
Warta Ekonomi, Jakarta -

Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi Brian Yuliarto mendorong perguruan tinggi di Indonesia mengembangkan hasil penelitian menjadi produk yang dapat dimanfaatkan industri, alih-alih hanya berakhir sebagai publikasi ilmiah.

“Kami mendorong di kampus-perguruan tinggi kita dorong penelitian-penelitian, riset-riset tidak hanya berhenti sampai publikasi, tetapi lebih lanjut bagaimana kita bisa menghasilkan produk-produk rekayasa-rekayasa yang bersinergi dengan industri,” kata Brian dalam Danantara Technology Innovation Investment Forum 2026 di Jakarta, Senin (26/10/2026).

Dia mengatakan, Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemendiktisaintek) ingin memastikan perguruan tinggi dapat membangun kolaborasi dengan Danantara dan pelaku industri. Melalui sinergi tersebut, pendidikan tinggi, sains, dan teknologi diharapkan mampu memberikan dampak yang lebih besar terhadap perkembangan industri di Indonesia.

Brian juga mengutip arahan Presiden Prabowo Subianto yang menekankan pentingnya hubungan erat antara lembaga riset, perguruan tinggi, dan sektor industri. Dalam konteks tersebut, Danantara diharapkan dapat menghubungkan investasi jangka panjang dengan kegiatan riset serta badan usaha milik negara (BUMN), sehingga inovasi yang potensial dapat dikembangkan hingga mencapai skala industri.

Selain mendorong kolaborasi di dalam negeri, pemerintah juga membuka peluang kemitraan riset dengan mitra internasional. Kerja sama tersebut diharapkan tidak hanya menghadirkan investasi, tetapi juga mendukung peningkatan kapasitas sumber daya manusia Indonesia dan membantu pemasok lokal memenuhi standar internasional.

Di sisi lain, Brian menyampaikan bahwa Prabowo telah meminta jajaran kabinet menghilangkan hambatan yang tidak diperlukan dan menyederhanakan prosedur administrasi bagi proyek-proyek yang dinilai kredibel.

“Bapak Presiden telah meminta kepada seluruh jajaran kabinetnya, para menteri, para pemimpin oleh bapak-bapak menteri koordinator untuk bisa menghapus hambatan yang tidak perlu dan menyederhanakan prosedur dan administrasi bagi proyek-proyek yang kredibel,” ujarnya.

Menurut Brian, penyederhanaan prosedur tersebut diperlukan agar para inovator dapat mencurahkan perhatian pada pengembangan teknologi, pemecahan masalah, dan pembangunan usaha tanpa terbebani urusan administratif yang berlebihan.

“Agar para inovator dapat fokus memecahkan masalah dan membangun usaha, tidak disibukkan dengan berbagai urusan prosedur administrasi,” tambahnya.


Artikel Asli

Komentar (0)


Lanjut baca:

thumb
TKA SMA Dimulai Besok, Ini Jadwal, Materi, dan Tahapan Ujiannya
• 18 jam lalu
0
thumb
2 Tahun Pemerintahan Prabowo-Gibran, Konsumsi Protein Anak Naik Jadi 84%
• 4 jam lalu
0
thumb
7 Rekomendasi Anime Romance School Paling Seru dan Bikin Baper
• 16 jam lalu
0
thumb
Usai El Clasico, Flick Pusing Krisis Cedera Barcelona Makin Parah, Stok Bek Kanan Sudah Habis
• 2 jam lalu
0
thumb
Diguyur Hujan Deras, Aceh Dilanda Banjir hingga Tanah Longsor
• 47 menit lalu
0
Berhasil disimpan.