Jakarta, tvOnenews.com - Mantan bek Manchester United dan Inter Milan, Ashley Young, memperingatkan Setan Merah soal potensi penunjukan Antonio Conte. Menurutnya, kedatangan pelatih asal Italia itu bisa menjadi bencana jika para pemain tidak siap bekerja keras.
Rumor pergantian pelatih di Manchester United terus menguat setelah Michael Carrick dikabarkan berada di ambang pemecatan. Situasi tersebut muncul setelah Setan Merah menelan dua kekalahan telak dalam sepekan.
Manchester United lebih dahulu tumbang 1-4 dari Como pada fase liga Liga Champions 2026/2027. Mereka kemudian kembali kalah 0-3 saat menjamu AFC Bournemouth di Premier League.
Tekanan terhadap Carrick juga meningkat setelah sejumlah pemain senior secara terbuka mengkritik klub. Mereka turut menyoroti keputusan manajemen dalam beberapa pekan terakhir.
Sejumlah nama mulai dikaitkan dengan posisi pelatih Manchester United jika Carrick benar-benar dipecat. Conte menjadi salah satu kandidat, bersama Eddie Howe, Julian Nagelsmann, Unai Emery, dan Fabian Hurzeler.
Conte masih menjadi sosok yang memicu perdebatan di sepak bola Inggris. Meski memiliki rekam jejak prestasi yang kuat, gaya kepelatihannya dinilai belum tentu cocok dengan kondisi Manchester United saat ini.
Ashley Young memahami karakter Conte karena pernah bekerja di bawah arahannya saat membela Inter Milan. Ia bahkan meraih gelar Serie A musim 2020/2021 bersama klub Italia tersebut.
Namun, Young menilai metode latihan Conte menuntut komitmen besar dari para pemain. Ia mengingatkan bahwa pendekatan tersebut bisa menjadi masalah jika skuad Manchester United tidak siap memenuhi tuntutan sang pelatih.
"Saya pernah bekerja di bawah asuhannya saat di Inter. Dia gila, sungguh gila," ujar Young dalam acara Overlap Daily.
"Dia sedikit mirip Diego Simeone di pinggir lapangan. Kalian bisa mendengarnya terus-menerus, latihannya sangat intens dan ada banyak sesi berlari," lanjutnya.
Young menjelaskan bahwa sesi latihan Conte kerap melibatkan pertandingan 11 lawan 11. Menurutnya, metode tersebut terkadang terasa membosankan, sementara rapat tim bisa berlangsung hingga berjam-jam.
"Jika kami kalah dalam pertandingan, kami bisa masuk ke ruang rapat dan dia akan membahas semuanya secara terperinci. Kami bisa berada di sana selama tiga atau empat jam," kata Young.





Komentar (0)