Harga Produk Peternak Ayam Belum Pulih, Jagung Pakan Masih Mahal

kompas.id
2 jam lalu
Cover Berita

JAKARTA, KOMPAS – Harga telur dan ayam ras hidup di tingkat peternak belum pulih atau masih di bawah harga acuan pembelian di tingkat produsen. Berbarengan dengan itu, harga jagung pakan di tingkat peternak masih tinggi, bahkan cenderung naik. Untuk itu, Badan Pangan Nasional mempercepat penyaluran jagung pakan bagi para peternak ayam rakyat.

Berdasarkan data Badan Pangan Nasional (Bapanas), per pekan ketiga Oktober 2026, harga rerata nasional jagung pakan di tingkat peternak senilai Rp 7.250 per kilogram (kg). Harga tersebut naik 0,78 persen dalam sepekan dan 25,1 persen di atas harga acuan penjualan (HAP) jagung pakan di tingkat peternak yang ditetapkan pemerintah Rp 5.800 per kg.

Sementara merujuk data hasil pengawasan Satuan Tugas (Satgas) Pangan Polri, harga rerata telur dan ayam ras hidup di tingkat peternak masing-masing Rp 23.921 per kg dan Rp 24.400 per kg. Harga tersebut di bawah HAP di tingkat produsen, yakni untuk telur Rp 26.500 per kg dan ayam ras hidup Rp 25.000 per kg.

Harga rata-rata telur dan ayam di tingkat peternak masih di bawah HAP.

Anggota Satgas Pangan Polri Brigadir Jenderal Candra Sukma Kumara, Senin (26/10/2026), mengatakan, Kepala Polri telah mengeluarkan surat telegram perihal pengawasan sektor perunggasan dari hulu hingga hilir. Satgas Pangan telah menindaklanjutinya dengan memantau hulu-hilir sektor tersebut di 11 provinsi.

Hasilnya, harga rata-rata telur dan ayam di tingkat peternak masih di bawah HAP. Satgas Pangan juga belum menemukan harga rata-rata telur dan daging ayam di tingkat peternak, distributor, dan konsumen yang melampaui HAP.

“Namun, disparitas harga antartingkat rantai pasok tetap perlu didalami guna mengidentifikasi potensi inefisiensi distribusi dan anomali pembentukan harga,” kata Candra dalam Rapat Koordinasi Pengendalian Inflasi Daerah yang digelar Kementerian Dalam Negeri secara hibrida di Jakarta.

Upaya Satgas Pangan tersebut merupakan tindak lanjut dari permintaan Menteri Pertanian yang juga Kepala Bapanas Andi Amran Sulaiman untuk mengawasi stok dan harga jagung pakan, serta telur dan daging ayam. Permintaan Amran itu tertuang dalam Surat Menteri Pertanian Nomor B-233/PK.140/M/10/2026 yang ditandatangani pada 20 Oktober 2026.

Dalam surat itu disebutkan, saat ini, harga jagung pakan, ayam ras hidup, dan telur ayam mengalami anomali. Dengan kata lain, harga di tingkat produsen jauh di bawah HAP, sedangkan harga di tingkat konsumen melebihi HAP.

Surat tersebut juga menyertakan daftar perbandingan harga riil dengan harga acuan di tingkat produsen dan konsumen. Bahkan, dalam daftar itu juga tercantum keuntungan middlemen atau pedagang perantara.

Untuk jagung pakan, rerata harga riil di tingkat produsen (petani) dan konsumen (peternak ayam) masing-masing senilai Rp 5.767 per kg dan Rp 7.500 per kg, sedangkan harga pembelian pemerintah (HPP) di tingkat produsen Rp 5.000 per kg dan HAP di tingkat konsumen Rp 5.800 per kg. Keuntungan middlemen sebesar 28,01 persen.

Ayam ras hidup, rerata harga riil-nya di tingkat produsen (peternak) dan konsumen masing-masing Rp 22.000 per kg dan Rp 41.383 per kg, sedangkan HAP di tingkat produsen Rp 25.000 per kg dan konsumen Rp 40.000 per kg. Keuntungan middlemen sebesar 83,12 persen.

Baca JugaAmerika Khawatir Kebijakan Pakan Unggas RI Hambat Perdagangan

Sehubungan dengan itu, dalam surat tersebut, Amran memohon kepada Polri untuk mengambil sejumlah langkah. Pertama, memantau dan mengawasi secara terpadu ketersediaan dan distribusi jagung pakan, khususnya di gudang pelaku usaha. Daftar pelaku usaha dan jagung dan pakan ternak terlampir.

Kedua, memantau dan mengawasi mekanisme pembelian, pembentukan harga, serta distribusi ayam ras dan telur sentra produksi, yakni Jawa, Sumatera, dan Sulawesi Selatan. Ketiga, apabila ditemukan indikasi penimbunan, manipulasi harga, atau penyimpangan tata niaga yang diduga memenuhi unsur tindak pidana, perlu dilakukan pendalaman dan penegakan hukum secara tegas, profesional, dan sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan.

Baca JugaGeger Harga Telur dan Pakan Ayam

Percepatan jagung SPHP

Dalam rapat koordinasi tersebut, Badan Pusat Statistik (BPS) mengungkap penurunan harga telur dan daging ayam ras di tingkat konsumen. Sementara Bapanas meminta Perum Bulog mempercepat penyaluran jagung pakan program Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP).

Deputi Bidang Distribusi dan Jasa BPS Ateng Hartono menuturkan, per pekan keempat Oktober 2026, harga rerata nasional telur ayam ras senilai Rp 29.523 per kg. Harga tersebut naik 0,01 persen dibandingkan September 2026 dan berada di bawah HAP telur di tingkat konsumen Rp 30.000 per kg.

Dalam periode perbandingan yang sama, harga rerata nasional daging ayam ras turun 1,7 persen menjadi Rp 41.191 per kg. Namun, harga tersebut masih di atas HAP daging ayam ras di tingkat konsumen Rp 40.000 per kg.

Sementara Deputi Bidang Penganekaragaman Konsumsi dan Keamanan Pangan Bapanas, Andriko Noto Sudanto, mengatakan, Bapanas telah menugaskan Perum Bulog untuk menyalurkan jagung pakan program SPHP tahap II sebanyak 150.000 ton kepada peternak ayam rakyat. Hal itu guna mengatasi kenaikan harga bahan baku pakan sekaligus menjaga stabilitas harga telur dan daging ayam ras.

“Penyaluran jagung SPHP baik tahap I maupun tahap II diharapkan bisa diselesaikan paling lambat pada 20 November 2026,” katanya.

Bapanas mencatat, per 20 Oktober 2026, realisasi penyaluran jagung pakan SPHP tahap I telah mencapai 205.490 ton atau sebesar 85,2 persen dari total target 241.190 ton. Penyaluran tersebut melibatkan 151 unit koperasi/asosiasi dengan total 11.677 peternak unggas yang tersebar di 29 provinsi.

Harga jagung pakan SPHP di gudang Bulog ditetapkan Rp 5.000 per kg. Adapun harga jagung SPHP di tingkat peternak unggas dipatok Rp 5.500 per kg.

Baca JugaDi Balik Referen ”Katanya Swasembada Jagung Pakan”

Artikel Asli

Komentar (0)


Lanjut baca:

thumb
Eks Jampidsus Febrie Keberatan LPSK Lindungi Ferry Hongkiriwang
• 6 jam lalu
0
thumb
7 Tahun Koma Usai Dianiaya Saat Lerai Pesilat, Kompol Aditia Wafat
• 6 jam lalu
0
thumb
Menko PMK: Hampir 98% Rehab-Rekon Bencana Sumatera Tercapai
• 6 jam lalu
0
thumb
Lama Tak Terdengar, Sahabat Megawati Hangestri Eks Red Sparks Kini Debut di Liga Taiwan
• 20 jam lalu
0
thumb
Penerbangan di Bandara Riyadh Kembali Beroperasi Usai Serangan Houti
• 21 jam lalu
0
Berhasil disimpan.