HARIAN.FAJAR.CO.ID, LAMPUNG — Bhayangkara Presisi Lampung FC dan PSM Makassar akan berduel pada pekan ketujuh Super League 2026/2027 dengan membawa misi berbeda di Stadion Sumpah Pemuda, Bandar Lampung, Senin (26/10/2026) malam.
Pertandingan yang dijadwalkan berlangsung pukul 19.00 WIB tersebut menjadi kesempatan bagi Bhayangkara untuk mencatat kemenangan beruntun sekaligus menjaga rekor belum terkalahkan sejak awal musim.
Bhayangkara datang dengan catatan dua kemenangan dan empat hasil imbang dari enam pertandingan yang telah dimainkan.
Tambahan tiga poin atas PSM akan membuat tim berjuluk The Guardians of Saburai itu semakin dekat dengan persaingan papan atas klasemen sementara.
Saat ini Bhayangkara berada di posisi keenam dengan koleksi 10 poin.
Namun, catatan tersebut belum sepenuhnya membuat skuad asuhan Oscar Bruzon puas karena dua kemenangan yang mereka raih belum pernah berlanjut menjadi kemenangan beruntun.
Karena itu, pertandingan melawan PSM memiliki arti penting bagi Bhayangkara untuk membangun momentum sekaligus mempertegas konsistensi mereka pada awal musim.
Kemenangan terakhir atas PSIM Yogyakarta menjadi modal berharga bagi Bhayangkara.
Bermain di Stadion Sumpah Pemuda, Bhayangkara menang tipis 1-0 melalui gol Moussa Sidibe pada menit ke-59.
Sidibe kembali menjadi salah satu pemain yang mendapat sorotan menjelang pertandingan melawan PSM.
Pemain berusia 31 tahun tersebut menjadi salah satu tumpuan serangan Bhayangkara dengan kontribusi satu gol dan tiga assist dari sekitar 300 menit penampilan.
Gol ke gawang PSIM menjadi bukti pentingnya peran Sidibe dalam pertandingan yang berlangsung ketat.
Eks pemain Persis Solo dan Johor Darul Ta’zim itu mampu menjadi pembeda ketika Bhayangkara membutuhkan satu momen untuk memecah kebuntuan.
Kini, kemampuan Sidibe kembali akan diuji ketika menghadapi lini pertahanan PSM yang memiliki karakter permainan fisik dan agresif.
Pelatih Bhayangkara, Oscar Bruzon, menyadari PSM bukan lawan yang mudah untuk ditaklukkan.
Pelatih asal Spanyol itu bahkan memberikan perhatian khusus terhadap kemampuan transisi Juku Eja.
“PSM tim yang kuat, kami sudah menganalisa jika mereka memiliki transisi yang sangat bagus, itu wajib kami waspadai,” kata Bruzon.
Pernyataan tersebut memperlihatkan bahwa Bhayangkara tidak ingin memberikan ruang kepada PSM untuk mengembangkan serangan setelah merebut bola.
Transisi menjadi salah satu senjata utama PSM, terutama ketika mereka mampu memenangkan duel dan bola kedua di area tengah.
Situasi itu membuat pertandingan berpotensi menjadi pertarungan penting di lini tengah.
Di sisi PSM, Stefan Jevtoski menjadi salah satu pemain yang diharapkan mampu menjaga keseimbangan permainan Juku Eja.
Gelandang asal Makedonia Utara tersebut memiliki peran penting dalam menjaga sirkulasi bola sekaligus membantu tim menghadapi tekanan lawan.
Jevtoski juga menyadari bahwa menghadapi Bhayangkara yang belum terkalahkan membutuhkan kerja sama dan kedisiplinan seluruh pemain.
Menurutnya, PSM memiliki peluang untuk meraih kemenangan apabila mampu menjalankan instruksi pelatih sekaligus mengeksploitasi kelemahan lawan.
“Seperti yang disampaikan pelatih, fokus kami saat ini adalah pemulihan kondisi fisik, kami akan menghadapi tim kuat yang sejauh ini belum terkalahkan,” kata Jevtoski.
Ia menilai PSM memiliki peluang untuk membawa pulang tiga poin jika mampu bermain sesuai rencana.
“Kami punya peluang untuk memenangkan pertandingan ini jika benar-benar mampu mengeksplorasi kelemahan mereka,” lanjutnya.
Duel Jevtoski dan Sidibe pun menjadi salah satu titik menarik yang patut diperhatikan.
Jevtoski akan dituntut membantu PSM memenangkan pertarungan di area tengah sekaligus menjaga keseimbangan ketika tim kehilangan bola.
Sementara Sidibe memiliki tugas berbeda dengan menjadi pemain yang dapat menciptakan perbedaan melalui pergerakan di area serang Bhayangkara.
Keduanya memiliki karakter permainan yang berbeda, tetapi sama-sama dapat menjadi bagian penting dalam menentukan arah pertandingan.
Bhayangkara membutuhkan kreativitas Sidibe untuk membongkar pertahanan PSM, sedangkan Juku Eja membutuhkan ketenangan Jevtoski untuk menghadapi tekanan tuan rumah.
Pertandingan juga menjadi ujian bagi mental PSM setelah berhasil menghentikan rekor tidak terkalahkan Persebaya Surabaya pada pekan sebelumnya.
Juku Eja menang 1-0 atas Persebaya di Stadion Gelora B.J. Habibie, Parepare, melalui gol bunuh diri Yuran Fernandes.
Kemenangan tersebut menjadi hasil positif kedua secara beruntun setelah sebelumnya PSM menundukkan PSIM Yogyakarta.
Dua kemenangan tersebut membuat PSM mulai mendapatkan momentum setelah menjalani awal musim yang tidak mudah.
Kini, tantangan berikutnya adalah menghadapi Bhayangkara yang belum pernah kalah.
Pelatih PSM, Darije Kalezic, juga harus mengelola kondisi fisik pemain karena jadwal pertandingan yang cukup padat.
Darije menyebut waktu pemulihan yang tersedia sangat terbatas, tetapi tim pelatih telah berusaha memanfaatkannya untuk menjaga kebugaran pemain.
“Namun, saya kira kita berhasil memanaj pemulihan pemain dalam beberapa hari ini untuk mempersiapkan pemain sebugar mungkin,” ujar Darije.
PSM juga mendapatkan tambahan kekuatan dengan kembalinya Dusan Lagator yang sudah tersedia untuk dimainkan.
Sebaliknya, Sergio Aguero dan Agung Mannan dipastikan tidak masuk dalam tim karena cedera dan akumulasi kartu.
Kondisi tersebut membuat PSM harus kembali mengandalkan pemain yang tersedia untuk mempertahankan tren positif.
Di kubu Bhayangkara, kepercayaan diri juga semakin tinggi karena mereka akan tampil di hadapan pendukung sendiri.
Bruzon berharap masyarakat Lampung kembali memenuhi Stadion Sumpah Pemuda untuk memberikan dukungan kepada tim.
Bagi Bhayangkara, dukungan tersebut diharapkan menjadi energi tambahan untuk mengamankan tiga poin.
Jika berhasil mengalahkan PSM, Bhayangkara tidak hanya memperpanjang rekor belum terkalahkan, tetapi juga mencatat kemenangan beruntun pertama mereka musim ini.
Sebaliknya, PSM memiliki peluang mencatat tiga kemenangan beruntun sekaligus memberikan kekalahan perdana kepada Bhayangkara.
Duel ini akhirnya bukan sekadar pertandingan untuk memperebutkan tiga poin.
Bhayangkara ingin membuktikan bahwa konsistensi enam pertandingan tanpa kekalahan dapat berlanjut menjadi momentum kemenangan.
PSM datang dengan keyakinan bahwa dua kemenangan beruntun telah mengubah arah perjalanan mereka pada awal musim.
Di tengah pertarungan tersebut, perhatian akan tertuju kepada Sidibe dan Jevtoski sebagai dua pemain yang dapat memainkan peran penting dalam menentukan ritme pertandingan.
Jika Sidibe mampu kembali menemukan celah di pertahanan PSM, Bhayangkara berpeluang mempertahankan keunggulan di kandang.
Namun, jika Jevtoski dan rekan-rekannya berhasil mengendalikan lini tengah serta mematikan transisi tuan rumah, PSM memiliki peluang besar melanjutkan tren positif.
Pada akhirnya, Stadion Sumpah Pemuda akan menjadi panggung untuk menentukan tim mana yang mampu menjaga momentum dan siapa yang harus kehilangan rekor positifnya.
Jadwal Bhayangkara Presisi Lampung FC vs PSM Makassar
Senin, 26 Oktober 2026
Pukul 19.00 WIB atau 20.00 WITA
Stadion Sumpah Pemuda, Bandar Lampung
Live streaming: Vidio






Komentar (0)