Warga China-India Bawa Kabur Emas RI Rp61 M, Ditangkap Bea Cukai

cnbcindonesia.com
19 jam lalu
Cover Berita
Foto: Direktur Jenderal Bea dan Cukai yang diwakili oleh Direktur P2 DJBC, Priyono Triatmojo saat konferensi pers penindakan ekspor ilegal emas oleh Direktorat Jendral (Dirjen) Bea dan Cukai di Kantor Pusat Bea Cukai, Jakarta, Senin (26/10/2026). (CNBC Indonesia/Faisal Rahman)

Jakarta, CNBC Indonesia - Direktorat Jenderal Bea dan Cukai (DJBC) mengungkap serangkaian upaya penyelundupan emas ke luar negeri dengan total barang bukti mencapai 25,88 kilogram sejak awal Oktober hingga hingga 26 Oktober 2026.

Dari hasil penindakan di sejumlah bandara strategis nasional, nilai emas yang berhasil diamankan diperkirakan mencapai Rp61 miliar.

Pengungkapan tersebut disampaikan oleh Direktur Penindakan dan Penyidikan DJBC Priyono Triatmojo.


Baca: Polisi Gerebek Laboratorium Sabu di Aceh, Sita 1,2 Ton Narkotika

Berdasarkan hasil analisis intelijen, DJBC mampu menggagalkan berbagai upaya penyelundupan yang kebanyakan melibatkan warga negara asing (WNA), khususnya warga negara China dan India dengan tujuan ke berbagai negara, seperti Dubai, Bangkok, Singapura, India, dan Malaysia.

Bea Cukai mengidentifikasi lima titik gerbang udara strategis sebagai lokasi penindakan, termasuk Bandara Internasional Soekarno-Hatta, Bandara Kertajati, Bandara Internasional Yogyakarta, dan Bandara Juanda. Namun, lokasi kelima belum disebutkan secara terperinci dalam paparan pembuka konferensi pers.

Direktur Priyono menegaskan bahwa pengungkapan ini merupakan bagian dari upaya memperketat pengawasan terhadap ekspor ilegal, khususnya komoditas sumber daya alam yang berpotensi menimbulkan kerugian bagi negara.

"Jadi dalam kesempatan yang baik ini tentu kami sampaikan bahwa negara hadir dalam menyelamatkan sumber daya yang ada sebagai wujud implementasi upaya biaya cukai untuk mewujudkan cita-cita negara, mewujudkan program prioritas presiden Asta Cita yang sudah dicanangkan," ujar Priyono dalam konferensi pers di Gedung Sumatra, Jakarta pada Senin (26/10/2026).

Baca: Tangkapan 'Kakap' Kapolri Baru, 1,16 Ton Ketamin di Sumut Diamankan

"Bea cukai tentu berkomitmen penuh untuk menjaga segala pintu-pintu masuk terkait dengan penyelundupan, khususnya sumber daya alam," sambungnya.

Dalam keterangannya, Priyono menyatakan bahwa keberhasilan operasi tersebut merupakan hasil kolaborasi lintas instansi, termasuk TNI, Polri, kejaksaan, dan otoritas bandara.

Saat ini, seluruh barang bukti telah diamankan, sementara para tersangka tengah menjalani proses hukum. Penyidik juga terus mengembangkan perkara untuk mengungkap lebih jauh jaringan serta modus operandi penyelundupan emas tersebut.


(arj/arj)
Saksikan video di bawah ini:
Video: China Dihantam Gelombang Panas, Harga Batubara Ikut Meroket

Artikel Asli

Komentar (0)


Lanjut baca:

thumb
Mourinho Ingatkan Real Madrid Jangan Terlena, Target Juara La Liga!
• 18 jam lalu
0
thumb
Kemendikti Ajak Perguruan Tinggi Menata Program Studi
• 21 jam lalu
0
thumb
Kemenkum Gratiskan 19 Layanan Hak Cipta Mulai November 2026
• 21 jam lalu
0
thumb
Kasus Dugaan Penipuan Kripto Disetop Polisi, Ini Profil Timothy Ronald Pendiri Akademi Crypto
• 21 jam lalu
0
thumb
Kuburan Batu Tua “Liang Pongtimban” di Toraja Utara Hangus Akibat Karhutla yang Diduga Disengaja
• 20 jam lalu
0
Berhasil disimpan.