Kemenkes Beri 2 Tabung Oksigen di Setiap Puskesmas Zona Hitam Kabut Asap

kumparan.com
15 jam lalu
Cover Berita

Menteri Kesehatan, Budi Gunadi Sadikin, memastikan Kementerian Kesehatan (Kemenkes) menyalurkan bantuan logistik dan memperkuat fasilitas oksigen bagi masyarakat terdampak krisis asap di Kalimantan. Langkah ini diambil setelah Budi meninjau langsung kondisi di Palangka Raya, Kalimantan Tengah, pada Jumat (23/10).

Budi menjelaskan, Palangka Raya dipilih karena menjadi kota dengan Indeks Standar Pencemar Udara (ISPU) tertinggi, yakni di atas 1.000. Kondisi tersebut jauh melampaui ambang batas berbahaya.

"Di atas 200 itu sudah merah, sudah berbahaya, di atas 300 sangat berbahaya. Ini bayangkan bisa sampai 1.200, 1.500," ujar Budi dalam keterangannya pada wartawan di Gedung Kementerian Kesehatan, Senin (26/10).

Menurut Budi, cara paling efektif untuk menurunkan pencemaran adalah hujan, yang menurutnya sudah mulai turun pada Senin (26/10) pagi. Sementara itu, Kemenkes berupaya menjaga kesehatan masyarakat dari sisi hilir.

Dalam kunjungan tersebut, Budi mengecek langsung fasilitas oksigenasi di puskesmas. Ia mengaku sengaja menguji peralatan yang sempat viral untuk memastikan alat itu benar-benar berfungsi, karena menurutnya kerap ditemukan tabung oksigen yang tersedia tetapi tidak dapat dioperasikan.

"Saya ingin memastikan bahwa semua rumah oksigen yang ada itu bukan hanya dipajang aja, tapi bener-bener bisa melayani masyarakat," katanya.

Hasilnya, alat yang diuji berfungsi dengan baik. Budi menyebut seluruh puskesmas di Kalimantan Tengah sudah memiliki fasilitas oksigen. Kapasitas volume oksigen pada alat tersebut juga dapat diatur sesuai tingkat saturasi pasien.

Setelah kunjungannya dari Palangka Raya, Budi dan Kemenkes memetakan wilayah berstatus "hitam" atau paling parah terdampak, yakni sekitar 21 kabupaten/kota. Di seluruh wilayah itu, setiap puskesmas akan dilengkapi minimal dua tabung oksigen besar.

"Supaya kalau sudah ada yang sesak, saturasi oksigennya turun, bisa langsung di-treatment di puskesmas," jelasnya.

Selain itu, Budi menyebut Kemenkes akan mengajak berbagai organisasi untuk membuka rumah oksigen dan akan memfasilitasi pelaksanaannya.

Di luar fasilitas oksigen, Kemenkes juga menyalurkan bantuan logistik kesehatan. Untuk masker, Kemenkes telah mengirim sekitar 1,3 juta unit, ditambah 650.000 unit pada pengiriman terbaru. Sebanyak 1 juta masker lagi akan dikirim dalam pekan ini. Masker dinilai penting untuk melindungi masyarakat dari partikel polusi PM2,5.

Untuk obat-obatan, Budi mengatakan Kemenkes sudah mengirim sekitar 500.000 paket dan akan menambah 500.000 paket lagi ke rumah sakit-rumah sakit.

“Kemudian untuk obat-obatan sudah kita kirim 500.000 paket, kita akan kirim lagi 500.000 ke rumah sakit-rumah sakit,” ujar Budi.

Reporter: Nabilah Siti Nurhikmah


Artikel Asli

Komentar (0)


Lanjut baca:

thumb
Bendahara Golkar Sinjai Apresiasi Kartini Ottong Pimpin Beringin
• 10 jam lalu
0
thumb
Keluarga yang Diinginkan Alquran: Jangan Lupakan Peran Vital Saudara Laki-laki dan Perempuan
• 16 jam lalu
0
thumb
5 Kebiasaan yang Merusak Kesehatan Mentalmu
• 10 jam lalu
0
thumb
BNPB: 34 Titik Karhutla di Way Kambas, 16 Hektare Belum Padam
• 8 jam lalu
0
thumb
BSI International Expo 2026 Raup Rp5,38 Triliun, Jadi Bukti Halal Lifestyle Makin Dilirik
• 3 jam lalu
0
Berhasil disimpan.