REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA— Ada satu peran yang sering dilupakan banyak orang, yaitu peran saudara laki-laki dan saudara perempuan.
Saudara laki-laki yang dikehendaki Alquran adalah saudara yang hadir dalam kesulitan dan saling menguatkan. Ia tidak merasa nikmat yang diterimanya sempurna kecuali ketika turut membagikannya kepada saudaranya.
Baca Juga
Keluarga yang Diinginkan Alquran: Figur Ideal Seorang Ibu, Seperti Apa?
Keluarga yang Diinginkan Alquran: Seperti Apa Semestinya Sosok Ayah?
Masih Ingat Wasiat Rasulullah SAW Melihat Orang yang Hidup di Bawah Kita? Ternyata Ini Rahasianya
Ia menguatkan saudaranya dan menginginkan kebaikan serta kedudukan yang tinggi baginya, sebagaimana ia menginginkannya untuk dirinya sendiri.
Renungkanlah salah satu ikatan persaudaraan paling agung yang tercatat dalam sejarah. Ketika Allah menganugerahkan kenabian dan risalah kepada Nabi Musa AS di lembah suci, apa yang menjadi perhatian utamanya?
.rec-desc {padding: 7px !important;}
Ia tidak hanya memikirkan dirinya sendiri, tetapi juga memikirkan saudaranya, Nabi Harun AS. Dalam doa yang memancarkan kasih sayang dan ketulusan persaudaraan, Nabi Musa berkata:
Artinya, “Jadikanlah untukku seorang penolong dari keluargaku, (yaitu) Harun, saudaraku. Teguhkanlah kekuatanku dengannya dan jadikanlah dia sekutu dalam urusanku.” (QS Taha [20]: 29–32).
Ada pelajaran mendalam dalam kisah ini. Imam Ibnu Katsir rahimahullah berkata, “Tidak ada seorang pun yang memberikan jasa lebih besar kepada saudaranya daripada jasa Musa kepada Harun, sebab Musa memohonkan syafaat untuknya hingga Allah menjadikannya seorang nabi dan rasul.”
Nabi Musa tidak merasa iri terhadap saudaranya, Harun, karena kefasihan lisannya. Sebaliknya, beliau mengakui kelebihan itu di hadapan Allah dan berkata:
Artinya, “Saudaraku, Harun, lebih fasih lidahnya daripada aku. Maka, utuslah dia bersamaku sebagai pembantu yang membenarkanku.” (QS Al-Qasas [28]: 34).
Komentar (0)