Pengguna KRL Jabodetabek Tembus 349,31 Juta pada 2025

idxchannel.com
13 jam lalu
Cover Berita

Jumlah pengguna Commuter Line atau KRL Jabodetabek mencapai 349,31 juta orang sepanjang 2025.

Jumlah pengguna Commuter Line atau KRL Jabodetabek mencapai 349,31 juta orang sepanjang 2025. (Foto: Ist)

IDXChannel - Jumlah pengguna Commuter Line atau KRL Jabodetabek mencapai 349,31 juta orang sepanjang 2025. Angka tersebut meningkat 6,45 persen dibandingkan 2024 yang tercatat sebanyak 328,15 juta orang.

VP Corporate Secretary KAI Commuter, Karina Amanda mengatakan, pertumbuhan tersebut menunjukkan peran Commuter Line dalam menunjang mobilitas masyarakat perkotaan, terutama untuk perjalanan menuju pusat kegiatan ekonomi, pendidikan, dan layanan publik.

Baca Juga:
KAI Logistik Tuntaskan Pengiriman 8 Unit KRL INKA dari Banyuwangi ke Surabaya

“Dengan skema tarif yang terjangkau melalui Public Service Obligation (PSO) dari pemerintah, masyarakat dapat memangkas pengeluaran transportasi bulanan secara efisien dibandingkan menggunakan kendaraan pribadi,” ujar Karina dalam keterangan resmi, Minggu (25/10/2026).

Berdasarkan data KAI Commuter, jumlah pengguna Commuter Line Jabodetabek pada 2023 mencapai 290,89 juta orang. Jumlah tersebut meningkat 12,81 persen menjadi 328,15 juta orang pada 2024, sebelum kembali naik pada 2025.

Baca Juga:
Perbaikan Kereta INKA Tuntas, Tujuh Perjalanan KRL Bogor-Jakarta Kota Kembali Normal

Selain tarif terjangkau, kepastian waktu perjalanan menjadi salah satu faktor yang mendukung penggunaan transportasi publik tersebut. KAI Commuter mengoperasikan perjalanan kereta berdasarkan Grafik Perjalanan Kereta Api (Gapeka) dengan frekuensi yang teratur sehingga membantu pekerja, pelajar, dan pengguna harian merencanakan aktivitas secara lebih efisien.

Karina mengatakan, Commuter Line juga menjadi alternatif untuk menghindari kemacetan, terutama pada jam sibuk. Selain menghemat waktu, penggunaan transportasi publik dinilai dapat mengurangi pemborosan energi, menjaga produktivitas, dan menekan pengeluaran masyarakat.

Dari sisi lingkungan, penggunaan kereta listrik atau Electric Multiple Unit (EMU) juga dinilai berkontribusi terhadap pengurangan emisi karbon di kawasan metropolitan. Berdasarkan perhitungan yang disampaikan KAI Commuter, emisi Commuter Line berkisar 19–41 gram karbon dioksida (CO₂) per penumpang per kilometer, lebih rendah dibandingkan mobil pribadi yang mencapai 170–192 gram dan sepeda motor sebesar 90–110 gram.

KAI Commuter menyatakan akan terus meningkatkan kualitas layanan melalui peningkatan keandalan sarana, modernisasi prasarana stasiun, integrasi antarmoda, serta efisiensi operasional yang berwawasan lingkungan. Perusahaan juga berupaya memperluas aksesibilitas dan meningkatkan kemudahan transaksi digital agar layanan transportasi publik semakin mudah, aman, dan nyaman.

(Rahmat Fiansyah)


Artikel Asli

Komentar (0)


Lanjut baca:

thumb
Hasto PDIP Dukung Revisi UU Peradilan Militer, Singgung Prinsip Equality Before The Law
• 11 jam lalu
0
thumb
Gempa M6,4 Guncang Jepang, BMKG Pastikan Tak Berpotensi Tsunami di Indonesia
• 23 jam lalu
0
thumb
Dedi Mulyadi Tegur Bupati yang Jarang Blusukan, Sang Gubernur Beri Pesan Menohok: Jangan Jadi Bupati Kantoran
• 45 menit lalu
0
thumb
Ponsel lipat perdana iPhone Duo gagal uji ketahanan ekstrem
• 15 jam lalu
0
thumb
4 Kalimat yang Sering Diucapkan Orang yang Betah di Rumah
• 23 jam lalu
0
Berhasil disimpan.