Sungai Brantas Mengering, Warga Sulap Jadi Jalan Alternatif Sidoarjo-Mojokerto

kumparan.com
1 jam lalu
Cover Berita

Mengeringnya Sungai Brantas dimanfaatkan warga untuk membuat jalur alternatif penghubung Sidoarjo-Mojokerto, maupun sebaliknya. Jalur ini berada di dasar Sungai Brantas, tepatnya antara Desa Tarik, Kecamatan Tarik, Kabupaten Sidoarjo, dan Desa Kwedenkembar, Kecamatan Mojoanyar, Kabupaten Mojokerto.

Keberadaan jalur alternatif ini dapat memangkas waktu tempuh dibandingkan dengan harus memutar melalui jalur konvensional. Jalur tersebut juga membantu para pelajar dan pekerja yang beraktivitas di wilayah Sidoarjo maupun Mojokerto.

Warga menamai jalur alternatif itu Gladak Gambiran Sawit. Jembatan darurat tersebut terbuat dari sesek atau gedek bambu dengan lebar sekitar dua meter yang dipasang di dasar Sungai Brantas.

Kini, jalur tersebut viral dan ramai dikunjungi warga hingga menjadi wisata dadakan. Sejumlah warga datang bersama anak-anak mereka untuk menikmati suasana sore. Beberapa anak terlihat berenang di sisa aliran Sungai Brantas.

Hampir setiap hari, jalur pintas ini dilalui pekerja dan pelajar yang hendak menuju Sidoarjo maupun Mojokerto. Jalur tersebut menjadi alternatif bagi warga yang biasanya melintasi Jembatan Rolak Songo dan Jembatan Turi, yang disebut akan dibongkar.

Fita, salah satu warga sekitar, mengatakan dirinya sengaja datang untuk melihat jalur alternatif penghubung Mojokerto dan Sidoarjo yang sedang viral tersebut.

"Orang sini. Sudah sekitar dua mingguan. Dua mingguan. Main aja, sih. Enggak, ini baru pertama. Ya, senang," kata Fita.

Salah satu penggagas jalur alternatif Gladak Gambiran Sawit, Suyanto, menjelaskan bahwa jembatan darurat itu awalnya dibuat karena Jembatan Turi akan diperbaiki. Warga kemudian berinisiatif membangun jalur sementara untuk membantu pelajar dan pekerja yang hendak menuju Sidoarjo.

Jalur alternatif tersebut dapat dilalui secara gratis. Namun, pengelola menyediakan wadah sumbangan sukarela bagi pengendara motor yang melintas.

"Bikin jembatan darurat, awalnya enggak mikir kalau jadinya seperti ini. Tidak ada syarat, ya terserah yang lewat gitu saja. Kita enggak berani nekan, enggak berani mau ngasih ya syukur. Cuma masih ada saja yang punya toleransi ngasih 1.000 atau 2.000," pungkasnya.


Artikel Asli

Komentar (0)


Lanjut baca:

thumb
Veda Ega Pratama Akui Kecewa Moto3 Australia 2026 Batal, Kini Bidik GP Malaysia
• 5 jam lalu
0
thumb
Selain Dibakar dan Digiling, Tersangka juga Memutilasi Tubuh Ibu dan Anak di Madiun
• 1 jam lalu
0
thumb
Perkuat Ketahanan Energi, Pertamina & Mitra Jepang Kaji Teknologi Distribusi Gas
• 1 jam lalu
0
thumb
Kemenkes Jaring Masukan Soal Batas Nikotin, Termasuk Industri
• 1 jam lalu
0
thumb
Link Live Streaming BRI Super League: Persita Tangerang Vs Bali United
• 23 jam lalu
0
Berhasil disimpan.