Rupiah Hari Ini 26 Oktober 2026 Melemah ke Rp18.089, Harga Minyak Melonjak

kompas.tv
2 jam lalu
Cover Berita
Petugas menghitung uang pecahan dolar AS dan rupiah di gerai penukaran mata uang asing VIP (Valuta Inti Prima) Money Changer, Jakarta, Jumat (1/3/2024). (Sumber: ANTARA FOTO/Muhammad Adimaja)

JAKARTA, KOMPAS.TV - Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) melemah pada pembukaan perdagangan Senin (26/10/2026).

Rupiah turun 9 poin atau 0,05 persen menjadi Rp18.089 per dolar AS, dibandingkan penutupan perdagangan sebelumnya di level Rp18.080 per dolar AS.

Pelemahan rupiah terjadi di tengah meningkatnya kekhawatiran terhadap eskalasi konflik geopolitik di Timur Tengah yang mendorong harga minyak dunia melonjak hingga di atas 100 dolar AS per barel.

Baca Juga: Rupiah Hari Ini 23 Oktober 2026 Melemah ke Rp18.074, Tertekan Harga Minyak Dunia

Analis Doo Financial Lukman Leong memperkirakan rupiah masih berpotensi melemah terhadap dolar AS seiring meningkatnya ketegangan di kawasan tersebut.

"Rupiah diperkirakan masih melemah terhadap dolar AS di tengah kekhawatiran eskalasi tensi geopolitik Timteng yang kembali membuat harga minyak naik di atas 100 dolar AS per barel," kata Lukman dikutip dari Antara.

Harga Minyak Brent Melonjak ke 116,72 Dolar AS per Barel

Harga minyak mentah Brent melonjak ke level tertinggi sejak akhir April di tengah kekhawatiran meningkatnya konflik di Timur Tengah.

Minyak mentah Brent untuk pengiriman Desember ditutup pada level 116,72 dolar AS per barel, naik 3,14 persen. Sementara itu, minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) untuk pengiriman Desember ditutup pada level 103,27 dolar AS per barel, menguat 3,82 persen.

Kenaikan harga minyak tersebut dipicu kekhawatiran investor terhadap kemungkinan pecahnya kembali pertempuran di kawasan Timur Tengah dan dampaknya terhadap pasokan energi global.

Baca Juga: Rupiah Hari ini Ditutup Melemah ke Rp18.027 per Dolar AS, Mayoritas Mata Uang Asia Justru Menguat

Investor juga mencermati laporan mengenai rencana Amerika Serikat dan Israel untuk menyerang Iran setelah pemilihan paruh waktu AS pada 3 November 2026.

Selain itu, media pemerintah Iran melaporkan adanya serangan terhadap kapal-kapal di Teluk dan Selat Hormuz. Washington juga memerintahkan staf non-darurat beserta anggota keluarga mereka untuk meninggalkan Arab Saudi.

Perkembangan tersebut menambah ketidakpastian terhadap keamanan jalur perdagangan dan pasokan energi di kawasan.

Arus Keluar Dana Asing Turut Membebani Rupiah

Selain faktor geopolitik dan kenaikan harga minyak, arus keluar dana asing atau foreign outflow dari pasar saham domestik juga menjadi perhatian.

Lukman Leong menyebut arus keluar dana asing masih cukup besar dan turut membebani pergerakan rupiah.

Baca Juga: Rupiah Melemah 0,7% ke Rp 18.065 per Dolar AS, Terlemah di Asia

"Outflow masih cukup besar, rata-rata harian masih Rp1-2 triliunan," ucap Lukman.

Arus keluar dana asing dari pasar saham dapat meningkatkan permintaan terhadap valuta asing ketika investor mengonversi dana hasil penjualan aset ke mata uang lain.

Namun, besarnya pengaruh terhadap nilai tukar juga bergantung pada transaksi valuta asing dan kondisi pasar secara keseluruhan.

Di tengah tekanan tersebut, pelaku pasar mencermati perkembangan konflik Timur Tengah, pergerakan harga minyak dunia, dan aliran modal asing sebagai sejumlah faktor yang dapat memengaruhi pergerakan rupiah.

Berdasarkan perkembangan tersebut, Lukman Leong memperkirakan nilai tukar rupiah bergerak dalam kisaran Rp18.050 hingga Rp18.150 per dolar AS.

Kisaran tersebut merupakan proyeksi pergerakan rupiah, bukan kepastian posisi penutupan perdagangan.

Pergerakan rupiah selanjutnya akan dipengaruhi perkembangan sentimen global, terutama eskalasi konflik di Timur Tengah dan dampaknya terhadap harga minyak, serta dinamika aliran modal asing di pasar keuangan Indonesia. 

Baca Juga: Kelakar SBY: Kalau Pak Prabowo Batuk Hati-Hati, Nilai Tukar Rupiah & Saham Bisa Jatuh

Download KompasTV Apps di TV kamu, sekarang juga di https://app.kompas.tv/. Satu apps untuk semua Video Premium, Breaking News, dan Live Streaming 24/7 dari Kompas Gramedia.

Penulis : Rizky L Pratama Editor : Tito-Dirhantoro

Sumber : Kompas TV

Tag
  • Nilai Tukar Rupiah
  • Dolar AS
  • Harga Minyak Dunia
  • Konflik Timur Tengah
  • Arus Dana Asing
  • Rupiah Hari Ini
Selengkapnya


Artikel Asli

Komentar (0)


Lanjut baca:

thumb
Kenapa Dolar AS Terus Menguat? Bikin Rupiah Tertekan ke Rp18.000/US$
• 18 jam lalu
0
thumb
Kapolri Bakal Tindak Tegas Polisi yang Terlibat Kasus Narkoba
• 4 jam lalu
0
thumb
BI Optimalkan Instrumen Non-Suku Bunga untuk Tarik Modal Asing-Jaga Rupiah
• 4 jam lalu
0
thumb
Polda NTB Sita 1.734 Liter Pertalite Bersubsidi di Lombok Timur, Seorang Petani Diamankan Polisi
• 13 jam lalu
0
thumb
Kemnaker ajak perusahaan-instansi pemerintah jadi mitra MagangHub
• 6 jam lalu
0
Berhasil disimpan.