Bursa Asia Melemah, IHSG Catat Koreksi Terdalam ke Level 5.371

medcom.id
4 jam lalu
Cover Berita

Jakarta: Mayoritas pasar saham Asia bergerak di zona merah pada perdagangan pagi ini. Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mengalami penurunan paling dalam dibandingkan sejumlah indeks utama regional, sementara bursa Thailand cenderung tidak berubah.

Pada perdagangan pagi Senin 26 Oktober 2026 IHSG turun 1,24 persen atau 67,42 poin ke level 5.371,84. Pelemahan tersebut terjadi setelah indeks saham domestik mencatatkan penguatan pada akhir pekan lalu, di tengah tekanan eksternal dan masih berlanjutnya aksi jual investor asing.

 

Baca Juga :

IHSG Mulai Bangkit, 3 Saham Ini Masuk Radar Perdagangan Akhir Pekan

Koreksi juga terlihat di pasar saham Korea Selatan. Indeks KOSPI melemah 0,84 persen atau 46,73 poin ke posisi 5.503,57. Sementara itu, indeks PSEi Composite Filipina turun 0,50 persen ke level 5.699,71.

Dari Asia Timur, indeks Nikkei 225 Jepang terkoreksi 0,40 persen ke posisi 62.445,00. Indeks Shanghai Composite China turut melemah 0,31 persen ke level 3.679,07.

Tekanan juga menyelimuti pasar saham Asia Tenggara. Indeks KLCI Malaysia turun 0,40 persen ke posisi 1.605,15, sedangkan indeks Straits Times Singapura melemah 0,18 persen ke level 5,48. Adapun indeks VNI Vietnam terkoreksi tipis 0,10 persen ke posisi 1.772,40.

Berbeda dari mayoritas bursa regional, indeks SET Thailand bergerak stagnan di level 1.562,67. Dengan kondisi tersebut, Thailand menjadi satu-satunya pasar dalam daftar tersebut yang tidak mencatatkan perubahan pada perdagangan pagi ini.

Di dalam negeri, pergerakan IHSG masih dibayangi ketidakpastian mengenai keberlanjutan pemulihan pasar. Kepala Riset Mirae Sekuritas Rully Arya Wisnubroto menyampaikan IHSG sebelumnya menguat 0,95 persen ke level 5.439 pada Jumat. Penguatan itu membawa kinerja indeks sepanjang pekan lalu mencapai 4,9 persen.

Meski indeks menguat, investor asing masih mencatatkan penjualan bersih atau net sell sebesar Rp1,28 triliun pada Jumat. Dengan demikian, total arus dana keluar investor asing selama sepekan mencapai sekitar Rp6,67 triliun.

Kondisi tersebut menunjukkan penguatan IHSG belum sepenuhnya diikuti oleh kembalinya kepercayaan investor global. Dukungan pembelian dari investor domestik membantu menopang indeks, tetapi arus keluar dana asing masih menjadi tantangan bagi stabilitas pasar saham Indonesia.

Sentimen investor juga dipengaruhi oleh pengumuman konsultasi MSCI terkait pasar saham Indonesia. Perkembangan tersebut menambah perhatian pelaku pasar terhadap transparansi kepemilikan saham dan kualitas struktur pasar domestik.

Di pasar valuta asing, rupiah masih bergerak di kisaran Rp18.000 per dolar Amerika Serikat (AS). Posisi tersebut menjadi salah satu faktor yang perlu dicermati karena pelemahan mata uang dapat menambah tekanan terhadap biaya impor dan persepsi risiko investasi di Indonesia.

Dari eksternal, tekanan pasar turut meningkat seiring kenaikan harga minyak mentah Brent yang menembus USD116 per barel. Imbal hasil atau yield obligasi pemerintah AS tenor 10 tahun juga mendekati 5 persen, sementara bursa saham Wall Street ditutup melemah.

Kenaikan harga minyak berpotensi memperbesar beban ekonomi Indonesia, terutama melalui peningkatan biaya impor energi, tekanan inflasi, serta bertambahnya kebutuhan anggaran untuk menjaga stabilitas harga energi. Pada saat bersamaan, tingginya imbal hasil obligasi AS dapat meningkatkan daya tarik aset berbasis dolar dan menekan aliran modal ke pasar negara berkembang.

Rully memperkirakan perdagangan saham domestik berlangsung hati-hati dengan pelaku pasar mencermati pergerakan dana asing, stabilitas rupiah, dan perkembangan sentimen global.

Keberlanjutan penguatan IHSG juga menjadi perhatian, terutama apabila arus masuk investor asing belum kembali mengimbangi tekanan jual yang terjadi dalam beberapa waktu terakhir.

Dengan kombinasi tekanan dari pasar global, pelemahan rupiah, dan ketidakpastian terkait MSCI, pergerakan IHSG masih berpotensi berfluktuasi. Investor akan mencermati apakah dukungan dari pasar domestik mampu menahan koreksi lebih lanjut di tengah kondisi eksternal yang belum kondusif.



Jadikan Medcom.id sumber informasi pilihan Anda
  • URL Berhasil di Salin Bursa Asia Melemah, IHSG Catat Koreksi Terdalam ke Level 5.371 Klik untuk baca: https://www.medcom.id/ekonomi/keuangan/dN6yDZRK-bursa-asia-melemah-ihsg-catat-koreksi-terdalam-ke-level-5-371

(SAW)

Artikel Asli

Komentar (0)


Lanjut baca:

thumb
Operasi Patuh Jaya 2026 Mulai Berlangsung, Ini Jenis Pelanggaran Lalu Lintas yang Disasar
• 4 jam lalu
0
thumb
Bukan Cuma Jakarta! Ini Daftar Kota dengan Biaya Hidup Termahal
• 17 jam lalu
0
thumb
BEI Tambah Anggota Komite HSC, Libatkan Investor Asing hingga Akademisi
• 3 jam lalu
0
thumb
Dasco Ingin Indonesia Tentukan Rating Pasar Modal Sendiri, Ini Respons OJK
• 3 jam lalu
0
thumb
Ambruk Tajam, IHSG Merosot 0,13 Persen di Awal Pekan
• 5 jam lalu
0
Berhasil disimpan.