JAKARTA -- Insomnia atau gangguan tidur dikaitkan dengan peningkatan risiko strok, demensia, hingga sejumlah masalah kesehatan mental. Studi terbaru menemukan orang yang mengalami insomnia memiliki risiko strok 26 persen lebih tinggi dibandingkan mereka yang tidak mengalami gangguan tidur tersebut.
Penelitian yang dilakukan para ilmuwan dari Austria, Jerman, Italia, dan Swiss itu menganalisis sekitar 20 studi tinjauan komprehensif yang melibatkan jutaan peserta dari berbagai negara. Dipublikasikan di jurnal Sleep Medicine Reviews, studi ini menemukan bahwa orang dengan insomnia lebih mungkin mengalami depresi dan melakukan percobaan bunuh diri dibandingkan mereka yang tidak mengalami gangguan tidur.
Baca Juga
Penggunaan Ponsel Setelah Pukul 22.00 Ganggu Kualitas Tidur Remaja
RSUI dan ParagonCorp Resmikan Ruang Rawat Inap Lantai 9, Tambah Kapasitas 50 Tempat Tidur
Benarkah Magnesium Bikin Tidur Lebih Nyenyak?
Selain itu, penderita insomnia memiliki kemungkinan hampir 30 persen lebih tinggi untuk menjalani rawat inap di rumah sakit karena berbagai alasan. "Insomnia perlu mendapat perhatian sebagai tanda peringatan mengenai kondisi kesehatan otak dan mental," kata penulis utama studi sekaligus peneliti senior di IRCCS Institute of Neurological Sciences Italia, Luca Vignatelli, dilansir laman ABC News, Sabtu (24/10/2026).
Dokter spesialis kedokteran tidur, Thanuja Hamilton, mengatakan kecemasan dan depresi dapat menyebabkan seseorang kesulitan untuk mulai tidur atau mempertahankan tidur. Kedua kondisi tersebut juga dapat menurunkan kualitas tidur. Sebaliknya, ketika kurang tidur, risiko kecemasan dan depresi justru meningkat.
.rec-desc {padding: 7px !important;}
Perempuan bangun tidur (ilustrasi). - (Dok. Magnific)
Hamilton menjelaskan kurang tidur dapat membuat seseorang lebih mudah tersinggung, lebih cemas, dan kurang mampu menghadapi stres. Kondisi tersebut membuat seseorang lebih rentan mengalami kecemasan dan depresi, yang kemudian dapat semakin memperburuk gangguan tidur.
Penelitian tersebut juga menemukan hubungan antara insomnia dan demensia, terutama penyakit Alzheimer. Menurut Institut Kesehatan Nasional AS (NIH), tidur berperan penting dalam membantu otak membersihkan zat-zat sisa yang berkaitan dengan gangguan fungsi otak dan penyakit Alzheimer.
Komentar (0)