Semarang: Ajang balap motor bergengsi Superchallenge Superprix 2026 mencapai puncaknya di Sirkuit Mijen, Kota Semarang, Jawa Tengah. Setelah melintasi lima kota sejak April lalu, sebanyak 190 pembalap turun di seri final untuk memperebutkan gelar juara umum.
Rangkaian kejuaraan balap motor bergengsi Superchallenge Superprix 2026 resmi berakhir dengan sukses. Kompetisi yang berlangsung sepanjang lima seri ini telah bergulir sejak April hingga puncaknya pada Oktober 2026.
Perjalanan panjang ajang balap nasional ini dimulai dari Kota Tasikmalaya, berlanjut melintasi Boyolali, Malang, Surabaya, hingga akhirnya tiba di destinasi penutup, Sirkuit Mijen, terpilih menjadi venue pemungkas yang menguji ketangguhan para pembalap di seri pamungkas tersebut.
Antusiasme masyarakat dan pecinta otomotif begitu tinggi. Ribuan penonton memadati arena Sirkuit Mijen untuk menyaksikan secara langsung aksi para pembalap terbaik dari berbagai penjuru Indonesia yang saling sikut demi mengamankan gelar juara umum.
Baca Juga :
Veda Ega Alihkan Fokus ke GP MalaysiaKetua Penyelenggara Superprix 2026, Mariachi Hunawan mengatakan, penyelenggaraan seri final ini dinilai sukses karena jumlah peserta dan antusiasme penonton tetap tinggi. Berbeda dari seri akhir sebelumnya yang biasanya mulai mengalami penurunan jumlah peserta. Mariachi menyampaikan harapan, ajang ini dapat melahirkan pembalap-pembalap baru yang mampu bersaing di kancah internasional.
Mariachi menambahkan, Sirkuit Mijen dipilih sebagai lokasi seri penutup tahun ini dikarenakan faktor lintasan yang permanen serta kualitas fasilitas pendukung yang dinilai sangat baik.
Baca Juga :
Marquez Kembali Pimpin Klasemen Setelah Menangi Sprint AustraliaSementara itu, pembalap dari tim SAE yang juga merebut juara umum kelas 2-t underbone, Alfi Husni mengatakan, bermain di bawah lampu penerangan malam hari menjadi salah satu tantangan tersendiri. Berkat adaptasi yang baik, ia mampu mengatasi situasi tersebut dengan optimal.
Pembalap asal Jawa Barat itu menambahkan, karakter Sirkuit Mijen memiliki perbedaan yang mencolok dibanding sirkuit di kota lain. Aspal di Sirkuit Mijen memiliki tekstur yang jauh lebih kasar dan menjadi tantangan tersendiri bagi dirinya.
Baca Juga :
Veda Ega Cetak Sejarah Jadi Pembalap Indonesia Pertama Raih Pole Position





Komentar (0)