Dari Jalur Laut hingga Jaringan Lokal, Tantangan Memutus Peredaran Narkoba

metrotvnews.com
14 jam lalu
Cover Berita

Jakarta: Mantan Deputi Pemberantasan Badan Narkotika Nasional (BNN), Inspektur Jenderal Polisi (Purn) Arman Depari, menilai konsistensi pengawasan dan penindakan menjadi faktor penting dalam upaya memutus rantai pasok narkotika di Indonesia. Ia mengapresiasi strategi pemberantasan narkoba yang dijalankan Polri di bawah kepemimpinan Kapolri Jenderal Suyudi Ario Seto.

Apresiasi tersebut disampaikan Arman dalam sebuah diskusi Bersama Metro TV pada Sabtu, 24 Oktober 2026. Berdasarkan pengamatannya, upaya pemberantasan narkotika perlu dilakukan secara berkelanjutan, terutama untuk menghadapi jaringan penyelundupan yang memanfaatkan jalur laut, kawasan pesisir, hingga jaringan distribusi di dalam negeri.

Sejumlah pengungkapan kasus, mulai dari pencegatan kapal kargo berbendera Mongolia di Belawan, penyitaan sabu dalam jumlah besar di perairan Batam, hingga pembongkaran laboratorium narkotika ilegal di Pidie, Aceh, menjadi gambaran tantangan yang dihadapi aparat penegak hukum. Namun, pengungkapan kasus tersebut juga menunjukkan pentingnya pengawasan yang konsisten terhadap jalur masuk dan jaringan peredaran narkotika.

Baca Juga :

Upaya Indonesia Memberantas Narkoba 2026

Arman mengingatkan bahwa kelengahan dalam pengawasan dapat membuka peluang bagi sindikat untuk kembali menjalankan aktivitasnya. Menurut dia, jaringan narkotika terus mencari celah untuk menyelundupkan barang terlarang ke Indonesia.

“Dalam pemberantasan narkotika, kita tidak boleh lengah sama sekali. Jangankan sebulan, seminggu saja kita lengah, dampaknya sangat berbahaya,” kata Arman dikutip, Minggu, 25 Oktober 2026.

Ia menilai strategi pemutusan rantai pasok perlu mencakup pengawasan di wilayah perbatasan, jalur laut, dan kawasan pesisir yang rawan dimanfaatkan untuk penyelundupan. Pengawasan tersebut, menurut dia, perlu berjalan beriringan dengan penindakan terhadap jaringan distribusi di dalam negeri.

Tantangan pemberantasan narkotika juga terlihat dari pengungkapan laboratorium ilegal di Aceh. Kasus tersebut, sebagaimana disampaikan dalam materi pemberitaan, melibatkan dua warga negara China yang diduga berperan sebagai peracik. Temuan ini menjadi pengingat bahwa penanganan narkotika tidak hanya berkaitan dengan peredaran, tetapi juga kemungkinan adanya aktivitas produksi yang terhubung dengan jaringan lintas negara.

Karena itu, penindakan terhadap pelaku di tingkat lokal perlu diikuti dengan penelusuran jaringan pemasok dan pengendali yang lebih luas. Arman menilai penangkapan kurir atau pengedar di lapangan perlu menjadi pintu masuk untuk mengungkap pihak-pihak yang berada di balik distribusi narkotika.

Ia juga menekankan pentingnya kerja sama antarnegara melalui mekanisme police-to-police cooperation. Kerja sama tersebut diperlukan untuk mendukung pelacakan dan penindakan terhadap pihak-pihak yang diduga mengendalikan jaringan narkotika dari luar wilayah Indonesia.


Mantan Deputi Pemberantasan Badan Narkotika Nasional (BNN), Inspektur Jenderal Polisi (Purn) Arman Depari. (Dok Istimewa)


Di tingkat daerah, Arman mengapresiasi arahan Kapolri kepada jajaran kepolisian, mulai dari kepala kepolisian daerah hingga kepala kepolisian resor, untuk meningkatkan penindakan terhadap kawasan yang menjadi titik peredaran narkoba. Meski demikian, upaya tersebut perlu disertai pengembangan perkara agar penanganan tidak berhenti pada pelaku yang berada di lapisan terbawah jaringan.

Bagi Arman, keberhasilan pemberantasan narkotika tidak semata-mata diukur dari jumlah barang bukti yang disita atau banyaknya tersangka yang ditangkap. Upaya pencegahan, pengawasan jalur masuk, serta kemampuan mengungkap jaringan pemasok menjadi bagian penting untuk menekan peredaran narkotika secara berkelanjutan.

“Ukuran sukses yang sebenarnya bukan cuma memamerkan angka tangkapan atau deretan tersangka, melainkan bagaimana caranya agar narkoba tidak pernah sempat menginjakkan kaki di Indonesia,” jelasnya.

Pandangan tersebut menegaskan pentingnya pendekatan yang menyeluruh dalam pemberantasan narkotika, mulai dari pencegahan penyelundupan hingga penelusuran jaringan di balik peredarannya. Konsistensi pengawasan dan kerja sama lintas wilayah menjadi bagian penting agar upaya penegakan hukum dapat memberikan dampak jangka panjang bagi masyarakat.


Artikel Asli

Komentar (0)


Lanjut baca:

thumb
Jadwal Layanan SIM Keliling di Jakarta Hari Ini 26 Oktober 2026, Buruan Datang!
• 16 jam lalu
0
thumb
Pesaing Terdekat iPhone Duo Ini Justru Dibanderol Lebih Murah, Samsung Galaxy Z Fold8 Punya Spesifikasi Tak Kalah Gahar
• 10 jam lalu
0
thumb
Habiburokhman Ditunjuk Jadi Ketua Panja RUU Perampasan Aset
• 9 jam lalu
0
thumb
Tasya Farasya Ungkap Alasan Tak Pidanakan Mantan Suami soal Dugaan Penggelapan hingga Masalah Konstruksi Rumah
• 22 jam lalu
0
thumb
Iran Umumkan Pertemuan dengan Para Pentolan "NATO Muslim", Ada Apa?
• 3 jam lalu
0
Berhasil disimpan.