Menteri Haji dan Umrah (Menhaj), Mochamad Irfan Yusuf buka suara soal pengangkatan anaknya sebagai tenaga ahli di kementerian yang dipimpinnya. Ia berkata, keterlibatan anaknya sejak awal pembentukan Badan Penyelenggara Haji (BP Haji). Gus Irfan, sapaan akrabnya, menjelaskan, lembaga BP Haji belum memiliki struktur organisasi, kantor, maupun staf pendukung yang memadai pada saat itu.
“Keluar dari istana kita enggak punya staf, kita enggak punya kantor, kita enggak punya apa-apa,” kata Gus Irfan dalam keterangannya yang dikutip, Senin (26/10/2026).
Dalam kondisi tersebut, kata dia, sejumlah pihak terdekat turut membantu pekerjaan pembentukan lembaga tersebut seperti, anak dan para santrinya. Ia mengklaim, anak dan santrinya terlibat secara sukarela selama sekitar tiga hingga empat bulan tanpa menerima gaji.
Baca Juga:Guruh Soekarnoputra Meninggal, Pelayat hingga Karangan Bunga Mulai Berdatangan ke Rumah DukaBaca juga: Kemenhaj Usulkan Biaya Haji 2027 Sebesar Rp107,3 Juta, Jemaah Bayar Rp42,9 Juta
“Akhirnya Bang Dahnil (Wamenhaj) disambut timnya dari Kementerian Pertahanan, saya disambut santri-santri saya dan sama anak saya. Dan mereka ini yang tanpa diminta membantu pembentukan badan penyelenggara haji itu. Tanpa gaji tanpa apa-apa selama 3 atau 4 bulan. Itu yang terjadi,” ungkapnya.“Sampai kemudian ada beberapa yang saya masukkan menjadi tenaga ahli, ada sebagian kembali ke basic-nya tuh ada yang balik ke pondok, ada yang balik ini, karena mereka hanya sekadar ikhlas membantu,” imbuh Gus Irfan.
Lebih lanjut, Gus Irfan juga menjelaskan terkait alokasi personel pendukung Menteri dan jumlah posisi yang diambilnya. “Kementerian Haji, sebagai menteri saya punya hak untuk menetapkan tiga staf khusus, saya ambil cuma satu. Saya dapat lima tenaga ahli, saya ambil cuma empat,” tuturnya.
Gus Irfan juga menyampaikan keterbatasan sumber daya manusia di Kemenhaj. Berdasarkan analisis jabatan, kebutuhan pegawai Kemenhaj mencapai sekitar 7.000 orang. Akan tetapi, data internal kementerian mencatat jumlah pegawai saat ini sebanyak 3.631 orang.
Baca Juga:Kronologi Kontak Tembak TNI dan OPM di Intan Jaya, 4 Anggota Kelompok Bersenjata TewasUntuk memenuhi kebutuhan tersebut, Kemenhaj tidak melakukan rekrutmen ASN baru, melainkan membuka mutasi ASN dari instansi lain. Proses mutasi telah berlangsung dalam dua gelombang. Meski demikian, sejumlah jabatan masih belum terisi sehingga pelaksanaan tugasnya dirangkap oleh pejabat lain.Gus Irfan mengatakan, keterbatasan pegawai membuat kementerian mengerahkan sumber daya yang tersedia sesuai dengan kompetensi yang dibutuhkan, termasuk tenaga alih daya, untuk mendukung penyelenggaraan haji.
“Karena itu semua sumber daya kita kerahkan. Termasuk outsourcing-outsourcing kita kerahkan untuk menutup kekurangan itu. Dan alhamdulillah 2026 dianggap sebagai haji yang paling berhasil dibanding tahun-tahun sebelumnya,” ungkapnya.
Menurutnya, pengerahan tenaga pendukung dilakukan agar pelayanan kepada jemaah tetap berjalan selama proses pembentukan organisasi dan pemenuhan kebutuhan pegawai.
“Karena itu dengan berbagai kelemahan, dengan kekurangan kita ambil mana yang bisa (sesuai dengan kompetensi yang dibutuhkan) dalam rangka memberikan pelayanan kepada jemaah haji,” ujarnya.
#nasional





Komentar (0)