KOMPAS.TV - Dampak kemarau panjang mengancam sektor pertanian di sejumlah wilayah di Sulawesi Utara dan memicu terjadinya keterbatasan air untuk irigasi. Balai Wilayah Sungai (BWS) Sulawesi I lalu menerapkan sejumlah langkah strategis guna memastikan pasokan air ke sawah-sawah petani tetap terjaga.
Kemarau yang melanda dalam beberapa bulan terakhir mulai berdampak pada menyusutnya debit air di sejumlah bendung dan daerah irigasi utama, seperti Bendungan Torout dan Bendungan Kosinggolan di Kabupaten Bolaang Mongondow.
Untuk mengantisipasi gagal panen akibat keterbatasan air, BWS Sulawesi I fokus melakukan langkah-langkah mitigasi, meliputi pemantauan kondisi lapangan dan survei lokasi terdampak. Selain itu, juga memberikan dukungan penuh melalui upaya suplai air dengan penggunaan pompa, penyiraman, maupun sarana distribusi air sesuai dengan kondisi dan kebutuhan di lapangan.
Tak hanya itu, BWS Sulawesi I juga melakukan distribusi air bersih bagi warga di sejumlah wilayah yang mengalami krisis air bersih akibat kemarau.
Pihak BWS Sulawesi I juga terus berkoordinasi dengan kelompok tani dan pemerintah daerah setempat agar pola tanam dapat disesuaikan dengan ketersediaan air yang ada selama musim kemarau.
Langkah antisipasi ini diharapkan mampu meminimalkan risiko kerugian para petani dan menjaga stabilitas ketahanan pangan di wilayah Sulawesi Utara.
#sulawesi #kemarau #pasokanair
Baca Juga: Karhutla Gunung Ciremai Berhasil Dipadamkan, Tim Gabungan Fokus Pendinginan | SAPA PAGI
Download KompasTV Apps di TV kamu, sekarang juga di https://app.kompas.tv/. Satu apps untuk semua Video Premium, Breaking News, dan Live Streaming 24/7 dari Kompas Gramedia.
Penulis : Yulian-Indah
Sumber : Kompas TV
- sulawesi
- pasokan air
- kemarau






Komentar (0)