POLYTRON Kudus Indonesia Masters 2026 (Super 100) telah selesai dan sukses digelar selama 19-25 Oktober. Indonesia mengamankan tiga gelar juara dari nomor ganda putri, tunggal putra, dan ganda putra.
Wakil 'Merah Putih' tampil apik di partai final yang digelar di GOR Djarum Arena Kaliputu, Kudus, Jawa Tengah, Minggu (25/10). Ketua Panitia Pelaksana POLYTRON Kudus Indonesia Masters 2026, Yuni Kartika, mengaku senang atas kesuksesan turnamen ini, baik dari sisi penyelenggaraan maupun prestasi.
"Sejujurnya ini turnamen internasional pertama di level Super 100. Tidak menyangka antusiasme penonton begitu luar biasa. Layar LED di luar disediakan karena GOR penuh, sampai akhirnya kami buka lagi arena 3 supaya mereka bisa menonton. Senang banget, sih," kata Yuni.
Yuni belum mengetahui apakah Kudus akan menggelar turnamen di atas level Super 100. Menurutnya, penunjukan tuan rumah ditentukan oleh PBSI.
"Untuk tahun depan, mereka akan mengevaluasi semua kejuaraan di semua kota yang sudah berlangsung. Nanti tahun depan akan ditentukan. Tapi ingat, kalau di atas 100 itu, persyaratannya lebih sulit," terangnya.
Yuni menilai, fasilitas GOR Djarum Arena Kaliputu sudah representatif untuk level Super 100. Namun, untuk turnamen di atas level tersebut, fasilitasnya masih perlu ditingkatkan.
"Kalau untuk menggelar Super 100, iya. Tapi kita kan tidak punya untuk Super 300. Kita punya Super 500. Super 500 sudah ditentukan di Jakarta. Kemudian kalau untuk Super 1000, itu tidak mungkin tiba-tiba penentuannya. Sudah pasti ditunjuk dari beberapa tahun sebelumnya," jelas Yuni.
Terkait penambahan kapasitas penonton GOR Djarum Arena Kaliputu, pihaknya akan menyusun laporan terlebih dahulu. Apalagi, jumlah turnamen internasional tahun depan diperkirakan bertambah.
"Bahkan bertambah banyak. Jadi kita mungkin saja ditunjuk untuk menjadi tuan rumah lagi di Kudus," imbuhnya.






Komentar (0)