Dino Patti Djalal Sebut Ada Modus ‘Tim Siluman’ di Balik Isu Pertemuan dengan Dubes Singapura

disway.id
4 jam lalu
Cover Berita

JAKARTA, DISWAY.ID - Mantan Wakil Menteri Luar Negeri Dino Patti Djalal menduga adanya modus operandi penyebaran berita fiktif yang dilakukan secara terkoordinasi oleh kelompok anonim dibalik adanya isu dirinya dan pengamat politik Saiful Muzani bertemu dengan Dubes Singapura.

Dino menyebut kelompok yang berada di balik penyebaran informasi palsu itu sebagai “tim siluman”.

"Itu mencerminkan adanya satu modus operandi yang baru, ya, yaitu suatu teknik di mana suatu tim, ya, yang tidak diketahui wujudnya, anggotanya saya katakan tim siluman. Mereka membuat berita-berita yang fiktif, ya, posting di berbagai akun yang mereka buat sendiri," kata Dino dalam akun Instagramnya, dikutip Senin, 26 Oktober 2026.

BACA JUGA:Dino Patti Djalal Bantah Kabar Temui Dubes Singapura: 100 Persen Fiktif

Ia menyebut penyebaran berita tersebut tak mungkin hanya sekadar iseng.

Menurutnya, praktik tersebut berpotensi menjadi bentuk intimidasi terhadap kebebasan berpendapat.

"Ini adalah aksi yang terkoordinir, terorganisir, dan ada backing-nya, gitu, ya. Karena tidak mungkin mereka melakukan ini karena iseng," kata

Dino menilai modus tersebut perlu diwaspadai oleh masyarakat sipil, terutama mereka yang aktif menyampaikan pandangan dan opini di ruang publik.

Sebab, penyebaran informasi fiktif semacam itu dapat menciptakan tekanan terhadap pihak yang menjadi sasaran.

“Ini menurut saya adalah salah satu bentuk intimidasi terhadap freedom of speech,” katanya.

BACA JUGA:Status Karhutla Didesak Jadi Bencana Nasional, Nuroji Ungkap Konsekuensi yang Perlu Jadi Pertimbangan

Karena itu, ia berencana membawa persoalan tersebut kepada Menteri Komunikasi dan Digital (Menkomdigi) Meutya Hafid.

Dino berharap pemerintah memberi perhatian terhadap praktik penyebaran informasi fiktif yang dinilainya dapat mengaburkan fakta sekaligus mengancam kebebasan berpendapat.

Dino mengatakan Meutya memiliki latar belakang sebagai mantan wartawan sehingga diharapkan memahami pentingnya kebebasan berbicara serta perlindungan masyarakat dari praktik intimidasi dan manipulasi informasi.

“Beliau adalah mantan wartawan, jadi seharusnya beliau paham sekali mengenai kebebasan bicara dan perlunya untuk melindungi masyarakat dari praktik intimidasi dan pengaburan fakta oleh tim siluman seperti ini,” ujarnya.

  • 1
  • 2
  • »

Artikel Asli

Komentar (0)


Lanjut baca:

thumb
Jakarta Running Festival Perkuat Reputasi Jakarta di Kancah Global!
• 22 jam lalu
0
thumb
Karhutla Gunung Ciremai Terkendali, Tim Gabungan Lakukan Pendinginan dengan Jet Shooter
• 20 jam lalu
0
thumb
Video: Ekspor ke Eropa-China, Pengusaha Kebut Pabrik Hilirisasi Kelapa
• 8 jam lalu
0
thumb
5 Tips Makeup Terlihat Lebih Natural dan Flawless
• 16 jam lalu
0
thumb
Pemuda di Padang Aniaya Ibu Kandung Gara-gara Tak Diberi Uang untuk Beli Narkoba
• 16 jam lalu
0
Berhasil disimpan.