JAKARTA — Turki kembali memperlihatkan kemajuan teknologi persenjataan tanpa awak melalui keberhasilan pengujian kapal drone kamikaze PİRANA yang membawa hulu ledak seberat 100 kilogram. Dalam latihan militer di kawasan Mediterania, kapal tanpa awak tersebut berhasil menghantam sasaran di permukaan laut setelah dikendalikan melalui pesawat nirawak Bayraktar TB2 yang beroperasi di udara. Pengujian ini menunjukkan perkembangan integrasi antara sistem tempur udara dan laut tanpa awak yang tengah dikembangkan industri pertahanan Turki.
Kantor berita Anadolu Agency (AA), Ahad (25/10/2026), melaporkan bahwa pengujian dilakukan dalam latihan nasional sistem maritim tanpa awak TURNAs-2026 yang diselenggarakan Kementerian Pertahanan Nasional Turki di Teluk Antalya dan kawasan Mediterania Timur. Perusahaan pertahanan milik negara, Makine ve Kimya Endüstrisi (MKE), mengumumkan bahwa PİRANA berhasil menyerang sasaran permukaan laut dengan tepat setelah menerima kendali melalui Bayraktar TB2. Keberhasilan tersebut menjadi demonstrasi kedua serangan PİRANA terhadap sasaran permukaan laut dalam rangkaian latihan militer.
Baca Juga
Hampir 265 Ribu WNA Gunakan Kereta Api di Daop 6 Yogyakarta Hingga September 2026
Daripada Pinjol, Gen Z Didorong Pinjam Uang ke Koperasi untuk Kembangkan Usaha
Sejumlah Toko Klontong di Bantul Diam-Diam Jual Ratusan Botol Miras
Lembaga penyiaran publik Turki, TRT Haber, dalam pemberitaan pada hari yang sama, menyebut PİRANA sebagai kapal permukaan tanpa awak kamikaze yang dapat menjalankan misi melalui kendali jarak jauh maupun mode otonom. Sistem komunikasi frekuensi radio atau RF dan komunikasi satelit atau SATCOM memungkinkan wahana tersebut dioperasikan dalam berbagai skenario, termasuk penggunaan secara individual maupun dalam konsep kelompok atau swarm.
Keberhasilan pengujian tersebut memperlihatkan arah pengembangan teknologi pertahanan Turki yang tidak lagi hanya berfokus pada kemampuan drone udara untuk melakukan pengintaian dan serangan. Ankara juga mengembangkan integrasi antara pesawat tanpa awak, kapal tanpa awak, dan jaringan komunikasi untuk mendukung operasi militer lintas domain.
.rec-desc {padding: 7px !important;} PİRANA Hantam Sasaran dengan Hulu Ledak 100 Kilogram
PİRANA merupakan kapal permukaan tanpa awak kamikaze yang dikembangkan MKE untuk menjalankan misi serangan terhadap sasaran di laut.
Berbeda dengan kapal perang konvensional yang dirancang untuk menjalankan berbagai misi dan digunakan kembali, wahana kamikaze merupakan sistem serangan sekali pakai yang membawa muatan peledak menuju sasaran.
Dalam pengujian TURNAs-2026, PİRANA membawa hulu ledak 100 kilogram dan berhasil menghantam sasaran permukaan laut.
Menurut keterangan MKE yang dikutip Anadolu Agency dan TRT Haber, kapal tersebut dikendalikan melalui Bayraktar TB2 selama pelaksanaan serangan.
Kemampuan tersebut menjadi perhatian karena memperlihatkan integrasi antara dua platform tanpa awak yang beroperasi pada lingkungan berbeda.
Bayraktar TB2 beroperasi di udara, sedangkan PİRANA bergerak di permukaan laut. Keduanya dihubungkan dalam skenario pengendalian yang memungkinkan pelaksanaan serangan terhadap sasaran maritim.
Namun, laporan resmi yang tersedia belum menjelaskan secara terperinci bagaimana seluruh proses pengendalian dilakukan, termasuk pembagian fungsi antara operator, sistem kendali darat, dan perangkat komunikasi pada Bayraktar TB2.
Karena itu, keberhasilan tersebut lebih tepat dipahami sebagai demonstrasi pengendalian PİRANA melalui platform udara, bukan bukti bahwa Bayraktar TB2 secara mandiri menentukan dan menyerang sasaran tanpa keterlibatan operator.
Pengujian juga tidak menunjukkan bahwa PİRANA diluncurkan dari Bayraktar TB2. Pesawat nirawak tersebut berperan dalam proses pengendalian, sementara PİRANA merupakan wahana terpisah yang bergerak di permukaan laut.
Loading...
Kehidupan adalah anugerah berharga dari Allah SWT. Segera ajak bicara kerabat, teman-teman, ustaz/ustazah, pendeta, atau pemuka agama lainnya untuk menenangkan diri jika Anda memiliki gagasan bunuh diri. Konsultasi kesehatan jiwa bisa diakses di hotline 119 extension 8 yang disediakan Kementerian Kesehatan (Kemenkes). Hotline Kesehatan Jiwa Kemenkes juga bisa dihubungi pada 021-500-454. BPJS Kesehatan juga membiayai penuh konsultasi dan perawatan kejiwaan di faskes penyedia layanan
Komentar (0)