Ledakan di Lapak Barang Bekas Belitung, 1 Orang Luka Berat

detik.com
9 jam lalu
Cover Berita
Jakarta -

Ledakan terjadi di penampungan besi tua di Jalan Padat Karya, Desa Air Merbau, Tanjungpandan, Kabupaten Belitung. Unit Jinak Bom (Jibom) Batalyon B Satuan Brimob Polda Kepulauan Bangka Belitung (Babel) dikerahkan mensterilkan lokasi.

Ledakan dilaporkan terjadi pada Minggu (25/10/2026) sekitar pukul 16.00 WIB. Satu orang pengepul besi tua dilaporkan mengalami luka berat akibat insiden tersebut

"Kami menggandeng Unit Jinak Bom (Jibom) Batalyon B Satuan Brimob Polda Babel guna menyelidiki penyebab peristiwa ledakan yang mengakibatkan satu orang mengalami luka berat," kata Kapolres Belitung AKBP Satria Darma saat meninjau lokasi, dilansir Antara, Senin (26/10/2026).

Baca juga: Ledakan Gas Paling Mematikan di Korsel, Bermula dari Salah Bor

Personel Polres Belitung yang tiba di lokasi langsung mengevakuasi korban yang menderita luka berat ke rumah sakit terdekat untuk penanganan medis. Setelah proses evakuasi, kepolisian segera memasang garis polisi untuk mengamankan tempat kejadian perkara (TKP) dan berkoordinasi dengan Satuan Brimob Polda Babel guna proses sterilisasi.

"Saat ini Unit Jibom Brimob Polda Babel sudah berada di lokasi untuk melakukan sterilisasi TKP. Kami masih menunggu hasil pemeriksaan resmi untuk memastikan sumber dan penyebab pasti dari ledakan tersebut," ujarnya.

Korban diketahui berprofesi sebagai pengumpul barang bekas atau besi tua. Ledakan diduga kuat dipicu oleh salah satu benda berbahan logam besi tua yang dibawa korban saat proses penimbangan atau pemotongan sedang berlangsung.

"Kemungkinan ada dugaan benda besi tua yang dikumpulkan korban mengalami ledakan saat penimbangan atau pemotongan. Namun kepastiannya masih menunggu olah TKP menyeluruh dari Unit Jibom," ujarnya.

Baca juga: 8 Fakta Kapal Feri di Pelabuhan Merak Dilalap Api

Polisi juga melakukan penyisiran area guna memastikan tidak ada ancaman benda yang berpotensi meledak. Dia mengimbau masyarakat waspada jika menemukan benda menyerupai bahan peledak dan melapor pada pihak berwajib.

"Yang paling utama saat ini adalah memastikan tidak ada secondary device atau potensi ledakan susulan di lokasi. Kami tidak ingin ada TKP baru atau ledakan baru karena kurangnya antisipasi," jelasnya.

"Jika menemukan benda mencurigakan yang menyerupai bahan peledak atau amunisi sisa perang," ujarnya.




(dek/dek)

Artikel Asli

Komentar (0)


Lanjut baca:

thumb
Pemuda di Padang Aniaya Ibu Kandung Gara-gara Tak Diberi Uang untuk Beli Narkoba
• 17 jam lalu
0
thumb
Dino Patti Djalal Bantah Kabar Temui Dubes Singapura: 100 Persen Fiktif
• 6 jam lalu
0
thumb
BAZNAS Buka Program Madrasah Layak Belajar 2026, Ini Syarat dan Link
• 4 jam lalu
0
thumb
Mau Ganti AC hingga Kasur? Transmart Lagi Diskon Besar-besaran
• 11 jam lalu
0
thumb
Dua Pemain Asing PSM Absen Lawan Bhayangkara FC
• 46 menit lalu
0
Berhasil disimpan.