Jakarta: Merek lokal memiliki peluang untuk memperluas pasar domestik hingga internasional melalui inovasi produk, pemahaman terhadap kebutuhan konsumen, dan pemanfaatan teknologi digital. Penguatan strategi tersebut menjadi salah satu pembahasan dalam World Conference on Creative Economy (WCCE) 2026 yang berlangsung pada 21–25 Oktober 2026.
Dalam konferensi yang diselenggarakan Kementerian Ekonomi Kreatif tersebut, Wakil Menteri Ekonomi Kreatif Irene Umar bersama pendiri sekaligus CEO MOP Beauty Tasya Farasya membahas strategi pengembangan merek lokal melalui sesi diskusi bertajuk Local Roots on The Rise: How Local Brands Win the Market.
Diskusi tersebut menyoroti pentingnya kreativitas, inovasi, dan pemanfaatan ekosistem digital untuk memperkuat daya saing produk lokal di tengah persaingan pasar yang semakin luas.
Irene Umar mengatakan kolaborasi berbagai pihak diperlukan untuk memperluas akses masyarakat terhadap peluang di sektor ekonomi kreatif. Menurut Irene, tema WCCE 2026, Inclusively Creative: Collective Continuity, menekankan pentingnya pertumbuhan ekonomi kreatif yang inklusif dan berkelanjutan.
"Melalui semangat Inclusively Creative, didukung dengan teknologi digital yang semakin berkembang, salah satunya Shopee yang menghadirkan peluang produktivitas ekonomi digital bagi UMKM dan affiliate," ujar Irene dikutip dari keterangan tertulis, Minggu, 25 Oktober 2026.
"Kami ingin memastikan pertumbuhan industri ekonomi kreatif di Indonesia dapat dirasakan secara kolektif dan memberikan dampak positif yang berkesinambungan bagi masyarakat karena ekonomi kreatif merupakan engine of growth," tambah dia.
Baca Juga :
Wamenekraf: Ekonomi Kreatif Harus jadi Pemersatu Tanpa PerbedaanTasya Farasya menambahkan, inovasi yang menjawab kebutuhan konsumen menjadi salah satu faktor penting bagi merek lokal untuk bersaing, khususnya di industri kecantikan.
Menurut dia, pelaku usaha perlu memahami kebutuhan pasar sekaligus mengembangkan produk yang memiliki karakter dan keunggulan tersendiri. Strategi tersebut perlu didukung upaya memperluas jangkauan konsumen melalui kanal digital.
"Inovasi produk yang menjawab kebutuhan konsumen adalah kunci utama agar brand lokal dapat bersaing di industri kecantikan yang semakin kompetitif. Dukungan ekosistem digital seperti Shopee juga memainkan peranan penting untuk membantu kami menjangkau audiens yang lebih luas, baik di dalam maupun luar negeri lewat Program Ekspor Shopee," kata dia.
"Lebih dari sekadar peningkatan penjualan, pemanfaatan ekosistem digital juga membantu kami membangun hubungan yang lebih erat dengan para konsumen kami," tambah Tasya menjelaskan.
Pemanfaatan kanal digital tidak hanya membuka akses terhadap pasar yang lebih luas, tetapi juga memungkinkan pelaku usaha membangun hubungan dengan konsumen dan memperkuat keberadaan merek di tengah persaingan.
(Wamenparekraf Irene Umar bersama pendiri sekaligus CEO MOP Beauty Tasya Farasya dan Deputy Director of Government Relations Shopee Indonesia Balques Manisang dalam acara WCCE 2026. Foto: dok Shopee)
Ekosistem digital buka akses pasar global
Deputy Director of Government Relations Shopee Indonesia Balques Manisang mengatakan pengembangan teknologi dan layanan digital dapat membantu UMKM serta merek lokal meningkatkan produktivitas dan memperluas jangkauan pasar.
Ia menyebut sejumlah fitur dan program digital, seperti Shopee Live, Shopee Video, Shopee Pilih Lokal, Program Ekspor Shopee, dan Program Ekspor Shopee FLEXI, sebagai sarana yang dapat dimanfaatkan pelaku usaha untuk mengembangkan bisnis.
"Shopee berkomitmen untuk terus menjadi kawan dalam setiap perjalanan UMKM dan brand lokal. Sejalan dengan komitmen tersebut, kami memiliki serangkaian fitur dan program, seperti Shopee Live, Shopee Video, Shopee Pilih Lokal, Program Ekspor Shopee dan Program Ekspor Shopee FLEXI yang bisa membantu UMKM dan brand lokal untuk terus bertumbuh dan meraih kesuksesan di pasar lokal maupun global," ucap dia.
"Ke depannya, kami akan terus berinovasi menghadirkan fitur dan program yang dapat membantu UMKM dan brand lokal memenangkan pasar dan meraih dampak positif dari kemajuan ekonomi digital," jelas Balques menambahkan.
Menurut Balques, dukungan ekosistem digital diharapkan dapat membantu pelaku usaha lokal memanfaatkan peluang pasar domestik maupun internasional.
Upaya memperkuat daya saing merek lokal juga dilakukan melalui promosi dan kurasi produk. Dalam rangka memperingati Hari Ekonomi Kreatif Nasional pada 24 Oktober 2026, Shopee menghadirkan kampanye khusus melalui laman Shopee Pilih Lokal pada 21–25 Oktober 2026.
Kampanye tersebut menampilkan kurasi produk lokal unggulan untuk memudahkan konsumen menemukan produk dalam negeri. Selama periode kampanye, konsumen juga ditawarkan potongan harga hingga 50 persen.
Balques mengatakan promosi produk lokal menjadi salah satu upaya untuk meningkatkan eksposur pelaku usaha dan mendorong masyarakat memilih produk dalam negeri. "Dukungan terhadap ekonomi kreatif lokal merupakan prioritas berkelanjutan bagi Shopee," kata dia.
"Melalui kampanye khusus Hari Ekonomi Kreatif Nasional ini, kami ingin mengajak seluruh masyarakat untuk terus bangga dan memilih produk lokal unggulan. Kami yakin dengan memberikan panggung yang luas bagi pelaku usaha lokal untuk bertumbuh, kita dapat bersama-sama menggerakkan roda perekonomian nasional," tutup Balques.





Komentar (0)