Gelombang Tinggi Capai 5 Meter di Pantai Selatan Cianjur, Dua Nelayan Hilang dan Petugas Perketat Pengawasan

pantau.com
3 jam lalu
Cover Berita

Pantau - Petugas gabungan di Kecamatan Cidaun, Kabupaten Cianjur, Jawa Barat, meningkatkan patroli dan pengawasan di sepanjang pantai selatan setelah gelombang tinggi hingga lima meter mengancam keselamatan warga dan menyebabkan dua nelayan dilaporkan hilang dalam sepekan terakhir.

Camat Cidaun Gagan Rusganda mengatakan pengawasan diperketat untuk mencegah kecelakaan laut yang dapat menimpa nelayan maupun wisatawan.

Petugas juga mengimbau masyarakat agar tidak mendekati bibir pantai, berenang, atau melaut selama cuaca ekstrem masih berlangsung.

Menurut Gagan, imbauan keselamatan telah disampaikan sejak satu bulan terakhir karena gelombang tinggi terus terjadi di kawasan pantai selatan Cianjur.

Gelombang Tinggi hingga 5 Meter Ancam Keselamatan Warga

Gagan menjelaskan bahwa kondisi gelombang di pantai selatan Cianjur sulit diprediksi karena dapat meningkat sejak pagi hingga petang.

Ketinggian gelombang bahkan dapat mencapai lima meter sehingga membahayakan masyarakat yang beraktivitas di sekitar pantai.

Kondisi tersebut menjadi perhatian pemerintah kecamatan karena kawasan pesisir masih digunakan untuk aktivitas nelayan dan kunjungan wisatawan.

"Kami bersama Forum Komunikasi Pimpinan Kecamatan meningkatkan patroli di sepanjang pantai selatan guna mengimbau masyarakat tidak mendekati bibir pantai selama cuaca ekstrem dengan gelombang tinggi terutama saat akhir pekan," katanya di Cianjur, Minggu (25/10/2026).

Patroli ditingkatkan terutama pada akhir pekan ketika masyarakat berpotensi lebih banyak mengunjungi kawasan wisata pantai.

Petugas meminta pengunjung mematuhi larangan berenang karena gelombang besar dapat datang sewaktu-waktu.

Dua Nelayan Dilaporkan Hilang dalam Sepekan Terakhir

Pemerintah Kecamatan Cidaun mencatat dua kecelakaan laut yang menimpa nelayan dalam sepekan terakhir.

Dalam kedua kejadian tersebut, perahu nelayan ditemukan dalam kondisi terbalik, sementara pengemudinya tidak ditemukan.

Insiden pertama dilaporkan terjadi pada akhir pekan sebelumnya.

Petugas sempat melakukan pencarian terhadap nelayan yang hilang selama tujuh hari, tetapi upaya tersebut belum membuahkan hasil.

Kejadian kedua dilaporkan pada Minggu (25/10/2026) ketika seorang nelayan asal Cidaun dinyatakan hilang akibat terbawa gelombang.

"Laporan pertama terjadi akhir pekan lalu, dimana nelayan yang dilaporkan hilang hingga tujuh hari pencarian tidak ditemukan, sedangkan laporan kedua terjadi Minggu (25/10) seorang nelayan asal Cidaun dilaporkan hilang terbawa gelombang," katanya.

Gagan menyebut kedua kejadian tersebut menjadi alasan tambahan untuk memperketat pengawasan dan mengingatkan nelayan mengenai bahaya melaut saat cuaca ekstrem.

Belum ada informasi lebih lanjut mengenai identitas kedua nelayan yang dilaporkan hilang.

Petugas Gabungan Gelar Patroli Setiap Hari

Untuk mencegah kecelakaan serupa, pemerintah kecamatan meningkatkan koordinasi dengan unsur TNI, Polri, dan relawan setempat.

Patroli dilakukan setiap hari dengan melibatkan relawan dari desa-desa yang berada di sepanjang kawasan pantai.

Petugas memberikan imbauan langsung kepada masyarakat mengenai bahaya gelombang tinggi.

Nelayan diminta menghentikan sementara aktivitas melaut hingga kondisi cuaca kembali normal.

Langkah tersebut dilakukan untuk mengurangi risiko kecelakaan yang dapat mengancam keselamatan jiwa.

Pemerintah kecamatan juga menempatkan perhatian khusus pada lokasi yang sering digunakan masyarakat untuk beraktivitas di sekitar bibir pantai.

Pengelola Wisata Diminta Pasang Rambu Larangan Berenang

Selain mengawasi aktivitas nelayan, pemerintah Kecamatan Cidaun meminta pengelola tempat wisata ikut meningkatkan kewaspadaan.

Pengelola diminta menyampaikan peringatan kepada setiap wisatawan yang datang agar tidak berenang atau mendekati bibir pantai.

Pemerintah kecamatan juga mendorong penambahan rambu peringatan pada sejumlah titik rawan.

Rambu tersebut terutama dipasang di lokasi yang sering digunakan warga dan wisatawan untuk berenang.

Langkah ini bertujuan memastikan pengunjung mengetahui risiko gelombang tinggi sebelum memasuki kawasan pantai.

Gagan menegaskan bahwa pengawasan harus terus dilakukan karena gelombang besar dapat muncul tanpa dapat diprediksi secara pasti.

Nelayan Diminta Tidak Melaut hingga Cuaca Kembali Normal

Pemerintah Kecamatan Cidaun terus berkoordinasi dengan aparat keamanan dan relawan untuk meningkatkan pengawasan di wilayah pesisir.

Petugas diminta aktif mengingatkan nelayan agar tidak memaksakan diri pergi melaut ketika gelombang masih tinggi.

Imbauan tersebut juga berlaku bagi wisatawan yang hendak berenang atau bermain terlalu dekat dengan laut.

Pemerintah kecamatan berharap masyarakat mematuhi peringatan keselamatan guna mencegah bertambahnya korban kecelakaan laut.

Pengawasan di sepanjang pantai selatan Cianjur akan terus ditingkatkan selama kondisi cuaca ekstrem dan gelombang tinggi masih mengancam keselamatan masyarakat.


Artikel Asli

Komentar (0)


Lanjut baca:

thumb
Tabola Bale di WCCE 2026, Teuku Riefky Ingin Kreator Sejahtera
• 8 jam lalu
0
thumb
Kunjungi Desa Tenganan Pegringsingan, Seruni dan Dekranas Dukung Pelestarian Tenun Gringsing
• 11 jam lalu
0
thumb
Jadi kota pelajar, ikhtiar DKI lepaskan anak dari belenggu kemiskinan
• 18 jam lalu
0
thumb
Minecraft di Nintendo Switch 2 Segera Jadi Sorotan, Apa Saja Perubahannya?
• 2 jam lalu
0
thumb
Prabowo Panggil Gubernur Universitas RI ke Hambalang, Ada Apa?
• 8 jam lalu
0
Berhasil disimpan.