Hujan Diprediksi Guyur Singapura, Kabut Asap Berpeluang Menipis Hari Ini

viva.co.id
9 jam lalu
Cover Berita

Jakarta, VIVA – Kualitas udara di Singapura diperkirakan berada pada kategori baik hingga sedang pada Senin (26/10/2026), seiring potensi hujan yang dapat membantu mengurangi kabut asap. Badan Lingkungan Nasional Singapura (NEA) memperkirakan Indeks Standar Pencemaran (PSI) berada pada kisaran 70 hingga 100.

Dalam imbauan harian mengenai kabut asap pada Minggu (25/10/2026) malam, NEA menyampaikan hujan diperkirakan turun di Singapura dan wilayah sekitarnya pada 26 Oktober. Kondisi tersebut diharapkan membantu memperbaiki kualitas udara di negara itu.

Baca Juga :
Ekspor Gas RI Dipangkas, Singapura Pastikan Harga Listrik Tak Naik
Ekspor Gas RI Dipangkas, Singapura Andalkan LNG dan Mulai Lirik Energi Nuklir

“Dengan angin yang diperkirakan bertiup dari barat daya atau barat, kemungkinan kabut asap akibat asap kebakaran memengaruhi Singapura dapat berkurang,” kata NEA, dikutip dari The Straits Times, Senin (26/10/2026). 

Lembaga tersebut menambahkan, kondisi serupa diperkirakan berlanjut pada 27 dan 28 Oktober. Hujan di Singapura dan wilayah sekitarnya diharapkan turut memperbaiki situasi kabut asap.

Kualitas udara kategori baik hingga sedang ditetapkan ketika PSI, yang dihitung berdasarkan rata-rata bergerak selama 24 jam dari enam polutan udara utama, berada pada rentang nol hingga 100. Sementara itu, angka 101 hingga 200 masuk kategori tidak sehat.

Pada Minggu pagi, pembacaan partikel halus PM2.5 per jam telah kembali normal di seluruh lima wilayah Singapura. Meski demikian, penurunan PSI 24 jam berlangsung lebih bertahap.

NEA menyebut kabut asap terpantau di Kalimantan pada 25 Oktober. Namun, asap tersebut tidak bergerak menuju Singapura.

Pada pukul 20.00 waktu setempat, PSI di empat wilayah Singapura berada dalam kategori baik hingga sedang. Wilayah utara mencatat angka 92, selatan 90, timur 98, dan pusat 96. Adapun wilayah barat masih berada dalam kategori tidak sehat dengan PSI 105.

Sementara itu, pembacaan PM2.5 di sebagian besar wilayah berada pada kisaran 26 hingga 39, yang termasuk kategori normal. Di wilayah barat, angkanya mencapai 60 atau masuk kategori meningkat.

Pembacaan PM2.5 dilakukan setiap jam untuk menggambarkan kondisi kualitas udara saat itu. Angka nol hingga 55 dikategorikan normal, sedangkan 56 hingga 150 menunjukkan konsentrasi partikel halus yang meningkat.

Hujan deras yang mengguyur sejumlah wilayah Singapura pada Minggu malam juga menjadi perhatian warganet. Sejumlah pengguna media sosial membagikan foto dan video hujan lebat, termasuk dari Jurong dan Toa Payoh.

Baca Juga :
Kabut Asap Karhutla Selimuti Kapuas, Jarak Pandang Turun hingga 100 Meter
Singapura Angkat Bicara usai RI Pangkas Ekspor Gas, Harga Listrik Bakal Naik?
RI Pangkas Pasokan Gas ke Singapura, PM Lawrence Wong Buka Suara

Artikel Asli

Komentar (0)


Lanjut baca:

thumb
Hasil Liverpool Vs Brighton: The Reds Amankan Poin Penuh di Anfield
• 11 jam lalu
0
thumb
Sesal Belasan Warga Jarah Gudang Snack yang Terbakar
• 14 jam lalu
0
thumb
Komisi III DPR minta Kapolri terus "gas pol" perangi narkoba
• 9 jam lalu
0
thumb
Daripada Pinjol, Gen Z Didorong Pinjam Uang ke Koperasi untuk Kembangkan Usaha
• 12 jam lalu
0
thumb
Operasi Patuh Jaya 2026 Mulai Berlangsung, Ini Jenis Pelanggaran Lalu Lintas yang Disasar
• 9 menit lalu
0
Berhasil disimpan.