TEHERAN, KOMPAS.TV – Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi menyatakan bahwa situasi keamanan dan pengelolaan jalur pelayaran di Timur Tengah, termasuk Selat Hormuz, tidak akan kembali seperti sebelum konflik bersenjata dengan Amerika Serikat (AS) dan Israel.
Dalam pidatonya di Kementerian Luar Negeri Iran, Minggu (25/10/2026), Araghchi mengatakan konflik tersebut telah menciptakan realitas baru di kawasan.
"Perang saat ini telah mengubah segalanya. Kita harus mengakui bahwa realitas-realitas baru telah muncul," ujar Araghchi, sebagaimana dikutip media Iran, Press TV.
Ia menegaskan, perubahan juga akan memengaruhi lalu lintas pelayaran dan mekanisme pengelolaan Selat Hormuz, jalur perairan strategis yang menjadi salah satu rute utama pengiriman minyak dunia.
"Jalur pelayaran melalui Selat Hormuz tidak akan lagi sama seperti sebelumnya, begitu pula cara pengelolaan selat tersebut tidak akan sama seperti di masa lalu," katanya.
Baca Juga: Iran Sebut 7 Kapal Tanker Rusak akibat Serangan dan Ranjau di Selat Hormuz
Araghchi menambahkan, Teheran menyambut baik setiap rencana keamanan yang berasal dari negara-negara di kawasan itu sendiri.
Iran dan AS Berselisih soal Selat HormuzSeperti dikutip dari Antara, Iran dan AS masih berselisih mengenai pengaturan lalu lintas pelayaran di Selat Hormuz sejak perang antara Iran dan koalisi AS-Israel pecah pada Februari 2026.
Teheran bersikeras mempertahankan kewenangannya dalam mengatur pelayaran di selat tersebut. Sementara itu, Washington menuntut kebebasan navigasi tanpa pembatasan.
Baca Juga: Trump Tolak Tawaran Iran soal Selat Hormuz, Ini Alasannya
Kedua negara sebelumnya sempat menandatangani kesepakatan sementara pada Juni untuk meredakan konflik. Namun, upaya diplomatik kembali menemui jalan buntu di tengah meningkatnya ketegangan.
Selat Hormuz merupakan jalur pelayaran penting yang menghubungkan Teluk Persia dengan Teluk Oman dan Laut Arab. Jalur ini menjadi lintasan utama pengiriman minyak dan gas alam cair dari negara-negara produsen di kawasan Teluk ke pasar internasional.
Ketegangan di selat tersebut berpotensi mengganggu perdagangan energi global dan meningkatkan ketidakpastian pasokan serta harga energi.
Download KompasTV Apps di TV kamu, sekarang juga di https://app.kompas.tv/. Satu apps untuk semua Video Premium, Breaking News, dan Live Streaming 24/7 dari Kompas Gramedia.
Penulis : Tussie Ayu Editor : Gading-Persada
Sumber : Antara
- iran
- pengelolaan
- selat
- hormuz
- perang
- araghchi






Komentar (0)