JAKARTA, DISWAY.ID - Kementerian Ketenagakerjan atau Kemnaker mengimbau kepada seluruh pekerja agar tetap waspada terhadap link tautan palsu serta pesan berantai yang mengatasnamakan Bantuan Subsidi Upah atau BSU 2026.
Mengutip dari laman resmi Kemnaker, Direktur Jenderal Pembinaan Hubungan Industrial dan Jaminan Sosial Tenaga Kerja (Dirjen PHI dan Jamsos) Kemnaker, Indah Anggoro Putri mengingatkan kepada pekerja supaya tidak mudah percaya pada informasi yang mengatasnamakan Kementerian Ketenagakerjaan.
"Jangan mudah percaya pada informasi di luar kanal resmi Kemnaker dan jangan pernah memberikan data pribada kepada pihak yang tidak jelas," demikian keterangan Indah mengutip dari laman resmi Kemnaker.
Dalam hal ini, pekerja diminta tidak sembarangan klik tautan tidak jelas asal-usulnya atau memberikan data pribadi, termasuk NIK (Nomor Induk Kependudukan) pada pihak yang tidak terverifikasi.
Indah juga menambahkan, penipuan BSU (Bantuan Subsidi Upah) ini bisa saja dilakukan melalui pesan berantai WhatsApp atau pesan langusung (direct message/DM) yang disertakan dengan tautan palsu.
BACA JUGA:Cara Cek Saldo BSU Rp900 Ribu Lewat HP, Ini Kriteria yang Berhak Jadi Penerima
Hal ini membuat pekerja perlu waspada dan berhati-hati jika tautan yang diberikan itu meminta data pribadi serta menjanjikan pencairan BSU dengan cara tak jelas.
Sebab, logo Kemnaker yang tercantum pada pesan atau situs juga tak menjamin keaslian informasi.
Untuk mendapatkan informasi resmi terkait BSU bisa pantau melalui kanal komunikasi Kemnaker dan laman bsu.kemnaker.go.id.
Apabila laman belum bisa diakses, pekerja diminta untuk menunggu pengumuman resmi dan tidak menggunakan tautan alternatif lainnya yang belum terverifikasi.
BACA JUGA:Panduan Cek BSU 2026 Bakal Cair Rp900 Ribu Modal NIK KTP, Pekerja Wajib Tahu!
Cara Melindungi Data PribadiDemi menjaga dan melindungi data pribadi, pekerja bisa melakukan cara-cara di bawah ini:
- Pertama, periksa alamat situs dengan teliti sebelum klik tautan atau memasukkan data
- Jangan sekali-kali memberikan kode OTP, PIN atau kata sandi kepada pihak lain
- Jangan membayar biaya apapun dengan iming-iming pencairan cepat BSU
- Jika ragu, tutup tautan dan segera periksa informasi melalui kanal resmi Kemnaker
Lebih lanjut, Indah menegaskan bahwa kewaspadaan ini wajib diketahui supaya para pekerja tidak menjadi korban penipuan yang mengatasnamakan BSU ataupun Kemnaker.
Disebutkan oleh Indah, Menteri Ketenagakerjaan Yassierli juga mengingatkan kepada jajarannya untuk mengantisipasi modus penipuan tersebut.






Komentar (0)