Peduli Warga di Tengah Kepungan Asap Karhutla, Habib Aboe Gelar Cek Kesehatan dan Sarapan Gratis

suarasurabaya.net
4 jam lalu
Cover Berita

Di tengah ancaman kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang berdampak pada kualitas udara di Kalimantan Selatan, Habib Aboe Bakar Alhabsyi anggota Komisi III menunjukkan kepeduliannya terhadap masyarakat melalui layanan pemeriksaan kesehatan, pembagian masker, dan sarapan gratis di Kandangan, Kabupaten Hulu Sungai Selatan (HSS), Sabtu (25/10/2026).

Kegiatan tersebut dilaksanakan dalam rangkaian agenda reses anggota DPR RI. Selain menjadi ajang untuk mendekatkan diri dengan masyarakat, kegiatan ini juga menjadi bentuk perhatian terhadap warga yang tetap harus menjalankan aktivitas sehari-hari di tengah kondisi udara yang kurang sehat.

Habib Aboe mengatakan, dampak karhutla tidak boleh dipandang hanya sebagai persoalan lingkungan. Kabut asap yang ditimbulkan juga berpotensi mengganggu kesehatan dan memengaruhi kenyamanan masyarakat dalam beraktivitas.

“Di tengah kondisi seperti ini, kesehatan masyarakat harus menjadi perhatian utama. Kami ingin hadir dan memberikan manfaat langsung bagi warga, mulai dari mengingatkan pentingnya menjaga kesehatan hingga menyediakan layanan pemeriksaan kesehatan secara gratis,” ujar Habib Aboe.

Sebagai langkah sederhana untuk membantu mengurangi paparan asap, Habib Aboe bersama tim turut membagikan masker kepada warga. Masyarakat juga diimbau agar lebih berhati-hati ketika beraktivitas di luar ruangan, terutama saat kondisi asap semakin pekat.

Ia mengingatkan, masyarakat sebaiknya mengurangi kegiatan di luar rumah apabila tidak ada keperluan mendesak.

Penggunaan masker dan kepatuhan terhadap anjuran kesehatan juga penting untuk membantu melindungi diri dari dampak buruk kabut asap.

“Jangan sampai kesibukan sehari-hari membuat kita lupa menjaga kesehatan. Kalau asap sedang pekat, sebaiknya batasi aktivitas di luar rumah. Kita perlu saling mengingatkan agar diri sendiri, keluarga, dan lingkungan sekitar tetap terlindungi,” tegasnya.

Tak hanya membagikan masker, kegiatan tersebut juga menyediakan pemeriksaan kesehatan gratis bagi masyarakat. Warga berkesempatan memeriksa kadar gula darah, asam urat, dan kolesterol untuk mengetahui kondisi kesehatan mereka.

Menurut Habib Aboe, akses pemeriksaan kesehatan yang mudah dan terjangkau menjadi salah satu hal penting dalam mendorong masyarakat lebih peduli terhadap kondisi tubuhnya.

Melalui layanan sederhana tersebut, warga diharapkan dapat mengetahui lebih awal apabila terdapat hasil pemeriksaan yang membutuhkan perhatian lebih lanjut.

“Kami ingin masyarakat punya kesempatan untuk memeriksa kesehatannya tanpa harus terbebani biaya. Pemeriksaan gula darah, asam urat, dan kolesterol ini diharapkan membantu warga mengenali kondisi kesehatannya dan melakukan tindak lanjut jika memang diperlukan,” jelasnya.

Ia juga berharap kegiatan serupa dapat menumbuhkan kebiasaan masyarakat untuk melakukan pemeriksaan kesehatan secara berkala, bukan hanya ketika tubuh mulai menunjukkan gejala penyakit.

Di sela kegiatan, warga juga mendapatkan sarapan gratis. Bagi Habib Aboe, kepedulian terhadap masyarakat tidak selalu harus diwujudkan melalui program berskala besar.

Perhatian sederhana yang diberikan secara langsung pun dapat menghadirkan manfaat dan menguatkan semangat warga, terutama ketika menghadapi situasi yang sulit.

“Bagi kami, berbagi sarapan bukan semata-mata soal makanan yang diberikan, tetapi juga tentang kebersamaan. Kami ingin masyarakat merasakan bahwa mereka tidak sendirian menghadapi kondisi ini. Mudah-mudahan, kebersamaan sederhana ini bisa membawa kebahagiaan dan menambah semangat warga,” ungkapnya.

Habib Aboe menegaskan, penanganan dampak karhutla membutuhkan keterlibatan berbagai pihak. Pemerintah, petugas di lapangan, tenaga kesehatan, dan masyarakat perlu bersinergi untuk menekan dampak kebakaran sekaligus melindungi warga dari risiko kabut asap.

Ia berharap upaya penanganan dan pencegahan karhutla terus diperkuat agar kebakaran tidak kembali meluas dan masyarakat dapat segera menjalani aktivitas secara normal.

“Yang terpenting adalah bagaimana kita saling membantu dan tidak mengabaikan keselamatan masyarakat. Penanganan karhutla harus terus dilakukan, sementara warga juga perlu mengikuti imbauan kesehatan. Kita berharap asap segera berkurang, kondisi udara membaik, dan masyarakat bisa kembali beraktivitas dengan aman dan nyaman,” tutup Habib Aboe.(faz/ham)


Artikel Asli

Komentar (0)


Lanjut baca:

thumb
Pelaporan Suket Gibran ke Polisi, Kuasa Hukum Pelapor Siapkan Ahli Pidana
• 10 jam lalu
0
thumb
Penanganan Karhutla, Pemerintah Kucurkan Dana Bantuan Presiden Senilai Rp1,24 Triliun
• 4 jam lalu
0
thumb
Atlet Selam Perempuan Asal Jepara Meninggal Saat Ikut Porprov Jateng di Semarang
• 11 jam lalu
0
thumb
Berawal dari Toko Dorong di Bandung, Stroberi Accessories Kini Raih Superbrands 2026
• 2 jam lalu
0
thumb
In This Economy: Sarjana Tak Gengsi Kerja Jadi ART
• 12 jam lalu
0
Berhasil disimpan.