Survei IPO: 66% Masyarakat Puas dengan Kinerja Prabowo

viva.co.id
2 jam lalu
Cover Berita

Jakarta, VIVA – Indonesia Political Opinion (IPO) merilis hasil survei terkait kepuasan masyarakat terhadap kinerja Presiden Prabowo Subianto. Hasilnya, 66 persen masyarakat mengaku puas.

Direktur Eksekutif IPO, Dedi Kurnia Syah menjelaskan 61 persen masyarakat menyatakan puas dengan kinerja Presiden Prabowo, sementara 5 persen lainnya sangat puas.

Baca Juga :
Prabowo Beri Bantuan Rp10 Miliar Buat Penanganan Karhutla di Tabalong Kalsel
Saat MSCI Ancam Downgrade Bursa RI, Dasco: Kita Tentukan Rating Sendiri

Kemudian, sebanyak 28 persen responden mengaku tidak puas dan 6 persen tidak puas sama sekali.

Survei tentang tingkat kepuasan di atas dilakukan dengan mengajukan pertanyaan kepada responden. Adapun pertanyaan berbunyi 'Apakah bapak/ibu puas atau tidak puas dengan kinerja Presiden Prabowo Subianto secara umum saat ini?'.

Angka persepsi kepuasan dipengaruhi sejumlah faktor, yakni pemberantasan korupsi 19 persen, bantuan sosial 14,5 persen, dan program kerja nyata 10,7 persen. Ada pula program makan bergizi gratis (MBG) sebesar 6,0 persen.

Selain menyoal kepuasan, survei juga mencari persoalan yang dinilai paling mendesak untuk ditangani pemerintah. Ditemukan di antaranya pengendalian harga bahan pokok sebesar 28 persen, pemberantasan korupsi sebesar 19,5 persen, serta pembukaan lapangan kerja dan pengurangan pengangguran sebesar 14,7 persen.

"Temuan ini menunjukkan bahwa persoalan ekonomi rumah tangga, kesempatan kerja, dan tata kelola pemerintahan menjadi bagian penting dalam evaluasi masyarakat terhadap jalannya pemerintahan," kata dia.

Survei dilakukan pada periode 12-20 Oktober 2026 kepada 1.200 responden dengan menggunakan metode multistage random sampling. Survei memiliki tingkat kepercayaan 95 persen dengan margin of error sebesar ±2,9 persen.

Baca Juga :
Presiden Prabowo Akui Banyak Kekurangan Program MBG, 353 Orang Dipecat dan Minta Pelanggar Dibersihkan
Bos OJK Curhat ke Prabowo soal Ancaman MSCI, Akui Penegakan Hukum Pasar Modal Belum Keras
Bikin Melongo! 1,16 Ton Ketamine di Belawan Bernilai Rp3,48 Triliun

Artikel Asli

Komentar (0)


Lanjut baca:

thumb
Petani Transmigrasi Bangka Selatan Buka Peluang Jajaki Pasokan Sayur ke SPPG
• 7 jam lalu
0
thumb
Gandrung Sewu, Tradisi Menari dalam Wajah Baru
• 10 jam lalu
0
thumb
Jelang Persidangan Lanjutan, Begini Kondisi Eks Jampidsus Febrie di Rutan KPK
• 3 jam lalu
0
thumb
Indonesia Kurangi Ekspor Gas, Menteri Energi Singapura Sebut Kiriman RI 2 Persen dari Kebutuhan
• 5 jam lalu
0
thumb
UMI Tutup Abdidaya Ormawa 2026, Pengabdian Tak Berhenti di Panggung
• 11 jam lalu
0
Berhasil disimpan.