Beda Angka Kepuasan Publik terhadap Prabowo dan Gibran, Jomplang Banget

jpnn.com
7 jam lalu
Cover Berita

jpnn.com - Survei Indonesia Political Opinion (IPO) pada 12-20 Oktober 2026 mengungkap perbedaan tingkat kepuasan publik antara Presiden RI Prabowo Subianto dengan Wapres RI Gibran Rakabuming Raka. 

Temuan IPO menyatakan 61 persen publik puas dan lima persen sangat senang terhadap kinerja Prabowo selama menjabat Presiden RI.

BACA JUGA: Putusan MK Bisa Jadi Jalan Prabowo Pisah dari Jokowi-Gibran pada Pemilu 2029

"Angka puas mencapai 61 persen," demikian survei IPO yang dibagikan Direktur Eksekutif lembaga tersebut Dedi Kurnia Syah pada Minggu (25/10).

Sementara itu, angka sekitar 28 persen publik merasa tidak puas dan enam persen sangat tak senang kinerja Prabowo. 

BACA JUGA: BEM SI Tuntut Tanggung Jawab Pemerintah dan Perusahaan soal Karhutla

IPO juga mencatat angka kepuasan Prabowo dipicu keaktifan pemerintah memberantas korupsi dengan 19,0 persen.

Kemudian, kepuasan publik terhadap Prabowo dipengaruhi pemberian bantuan sosial (14,5 persen), program dirasakan rakyat (10,7 persen), sikap tegas (6,1 persen), hingga keberadaan program MBG (6,0 persen).

BACA JUGA: Yusril Merespons Usulan Luhut yang Ingin Mengubah Definisi Korupsi

PO dalam survei juga mengukur angka kepuasan publik terhadap kinerja Gibran yang hanya menyentuh 19 persen.

"Sebanyak 19 persen responden menyatakan puas, sementara tidak ada responden yang menyatakan sangat puas (nol persen)," demikian temuan survei IPO.

Adapun, angka publik yang tidak puas terhadap kinerja Gibran mencapai 53 persen dan sangat tak senang 18 persen.

"Sepuluh persen responden menjawab tidak tahu atau tidak menjawab," lanjut temuan IPO.

Temuan IPO juga mengungkap beberapa hal masih perlu dilakukan pemerintah, yakni mengendalikan bahan pokok (28,0 persen), memberantas korupsi (19,5 persen), hingga membuka lapangan kerja (14,7 persen).

IPO merasa isu seperti kesejahteraan buruh, bantuan modal UMKM, penanganan bencana, layanan kesehatan, dan kebebasan berpendapat, hanya memperoleh persentase yang relatif lebih rendah.

"Isu-isu tersebut muncul karena masyarakat cenderung menilai kinerja pemerintah berdasarkan persoalan yang paling dekat dengan kehidupan sehari-hari," demikian pernyataan lembaga tersebut.

Diketahui, IPO melaksanakan survei dengan melibatkan 1.200 responden yang dipilih secara acak menggunakan metode random kish grid paper.

Lembaga tersebut menaruh toleransi kesalahan atau margin of error sekitar 2,9 persen pada tingkat kepercayaan 95 persen untuk survei kali ini.(Ast/JPNN)


Redaktur : M. Fathra Nazrul Islam
Reporter : Aristo Setiawan


Artikel Asli

Komentar (0)


Lanjut baca:

thumb
Menag Dukung Gerakan Selasa Bersarung di Kemenag
• 15 jam lalu
0
thumb
PKS Galang Fraksi DPR soal Ijazah Gibran, Petinggi PSI Minta Pikir Ulang
• 16 jam lalu
0
thumb
Mendagri Permudah Regulasi bagi MBR untuk Program 3 Juta Rumah
• 15 jam lalu
0
thumb
Widodo AS Meninggal Dunia, Sosok Panglima TNI Pertama dari Angkatan Laut
• 15 jam lalu
0
thumb
Hasil Liga Jerman: Bayern Petik Kemenangan 3-1 di Markas Freiburg
• 52 menit lalu
0
Berhasil disimpan.