Hasto Sampaikan Pesan Megawati ke Peserta Napak Tilas Sumpah Pemuda

disway.id
5 jam lalu
Cover Berita

JAKARTA, DISWAY.ID– Sekretaris Jenderal DPP PDI Perjuangan Hasto Kristiyanto, didampingi Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung, melepas ratusan peserta Napak Tilas Sumpah Pemuda di Museum Sumpah Pemuda, Minggu, 25 Oktober 2026.

Kegiatan tersebut merupakan bagian dari rangkaian Merah Muda Fest 2026 yang digelar di Lapangan Banteng, Jakarta Pusat.

Hasto mengatakan kegiatan ini menjadi bagian komitmen PDI Perjuangan menggelorakan kepeloporan anak muda menjelang 100 tahun Sumpah Pemuda.

BACA JUGA:Peserta JRF yang Langgar Batas Waktu Diblacklist? Begini Kata Pramono

“Jadi dalam rangka (menuju) 100 tahun Sumpah Pemuda, sebagai komitmen dari PDI Perjuangan di dalam menggelorakan kepeloporan anak-anak muda, maka kami telah mengawali dengan kegiatan yang dilaksanakan setiap tanggal 28, hari ini kita gelorakan kembali spiritnya dari Museum Sumpah Pemuda ini, dan dari sinilah seluruh ide, gagasan, spirit, dan perjuangan anak-anak muda,” kata Hasto kepada wartawan.

Ia menyampaikan pesan Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri bahwa anak muda harus menguasai ilmu pengetahuan dan teknologi serta mempraktikkannya bagi kemanusiaan, sekaligus mempersiapkan diri menjadi pemimpin.

“Dalam bidang politik, ekonomi, kebudayaan, dan yang terpenting membangun karakter agar menampilkan Indonesia yang berpihak kepada mereka yang masih tertindas, yang diperlakukan tidak adil,” ujar Hasto menyampaikan pesan Megawati.

Ketua Panitia Nasional Merah Muda Fest 2026 Denny Cagur menjelaskan napak tilas dirancang untuk merayakan hari jadi ke-96 Sumpah Pemuda.

BACA JUGA:Jangan Bikin Rusak Negara, PDIP Sentil Calon Pemimpin Instan Lewat Sekolah Partai

Sebanyak 500 peserta yang terdiri dari pelajar SMA dan kaum muda diajak berjalan kaki menyusuri tiga titik lokasi krusial pada 1928.

“Tiga titik bersejarah yang menjadi rute napak tilas hari ini adalah Museum Sumpah Pemuda, dilanjutkan ke Gereja Katedral, dan berakhir di Lapangan Banteng,” ungkap Denny.

Denny menyampaikan catatan reflektif bagi anak muda masa kini yang dinilai terlalu dimanjakan kemajuan zaman.

Ia membandingkan daya juang pemuda 1928 yang mampu berkumpul di tengah keterbatasan dengan kondisi saat ini.

“Di mana belum ada sosial media, belum ada teknologi, belum ada kemajuan apa-apa, bahkan kita belum merdeka. Tapi mereka bisa berkumpul di seluruh Indonesia,” ujarnya.

Dengan segala kemudahan fasilitas teknologi di era digital, generasi muda dituntut berbuat jauh lebih banyak bagi kemajuan negara.

  • 1
  • 2
  • »

Artikel Asli

Komentar (0)


Lanjut baca:

thumb
Sleman kembangkan padi sehat berbasis irigasi ramah lingkungan
• 7 jam lalu
0
thumb
Demo Lanjutan Kembali Pecah di Prancis, 135 Orang Ditangkap
• 18 jam lalu
0
thumb
Profil Widodo AS, Panglima TNI Pertama dari Angkatan Laut
• 14 jam lalu
0
thumb
Pelatih Garudayaksa FC Ajak Pemainnya Tampil Habis-Habisan Lawan Persib, Laga Kandang Rasa Tandang
• 11 jam lalu
0
thumb
Anggota VI BPK Fathan Subchi Meninggal Dunia
• 11 jam lalu
0
Berhasil disimpan.