JAKARTA – Galeri Nasional Indonesia mulai menjalani revitalisasi untuk meningkatkan kualitas fasilitas pameran, pengelolaan koleksi seni, dan ruang publik. Pembenahan tersebut mencakup renovasi sejumlah gedung, penataan kawasan, serta peningkatan fasilitas pendukung agar galeri dapat melayani kegiatan seni dan budaya secara lebih optimal.
Dimulainya proyek revitalisasi ditandai dengan peletakan batu pertama di Galeri Nasional Indonesia, Jakarta, Jumat (23/10/2026). Proyek yang dikerjakan PT Nindya Karya (Persero) tersebut ditujukan untuk meningkatkan fungsi galeri sebagai pusat apresiasi, edukasi, konservasi, dan pengembangan seni budaya.
Baca Juga
Kemenbud Catat 1.257 Cagar Budaya Nasional, Lampaui Rekor 11 Tahun
Aksi Bersih Situs Cagar Budaya, Langkah Menjaga Warisan Sejarah Indonesia
Wali Kota Singkawang Ajak Masyarakat Lestarikan Budaya Daerah
Pekerjaan revitalisasi meliputi renovasi Gedung A, Gedung C, Gedung D, gedung ekstensi, serta gedung serbaguna. Selain itu, proyek mencakup penataan lanskap, pengembangan area kafe dan perkantoran, serta pembenahan fasilitas pendukung lainnya.
Pembenahan juga dilakukan terhadap sistem mekanikal, elektrikal, dan perpipaan (mechanical, electrical, and plumbing/MEP). Peningkatan fasilitas tersebut diharapkan dapat menunjang kegiatan pameran, pengelolaan koleksi, dan berbagai aktivitas publik di lingkungan galeri.
.rec-desc {padding: 7px !important;}
Menteri Kebudayaan Fadli Zon mengatakan, pelaksanaan revitalisasi perlu memperhatikan kualitas hasil pekerjaan meskipun waktu pengerjaannya relatif singkat. Dia berharap pembenahan fasilitas dapat meningkatkan kenyamanan sekaligus menarik lebih banyak masyarakat untuk mengunjungi Galeri Nasional Indonesia. Peletakan batu pertama dilakukan pada Jumat (23/10/2026).
“Saya berharap Nindya Karya sebagai pelaksana revitalisasi dapat bekerja maksimal meskipun waktu pelaksanaannya singkat. Saya yakin Nindya Karya mampu memberikan hasil yang jauh lebih baik sehingga Galeri Nasional Indonesia semakin banyak dikunjungi masyarakat,” ujar Fadli berdasarkan siaran pers yang diterima pada Ahad (25/10/2026).
Dalam pelaksanaannya, proyek menggunakan pendekatan konstruksi terintegrasi design and build yang menggabungkan proses perancangan dan pembangunan. Metode tersebut diterapkan untuk menyelaraskan perencanaan dengan pelaksanaan pekerjaan konstruksi.
Pengerjaan revitalisasi juga mencakup peningkatan keandalan bangunan, keselamatan, dan kenyamanan fasilitas. Aspek keberlanjutan menjadi salah satu pertimbangan dalam pembenahan kawasan dan bangunan galeri.
Revitalisasi diharapkan dapat meningkatkan kapasitas Galeri Nasional Indonesia dalam menyelenggarakan pameran serta mendukung pengelolaan koleksi seni. Penataan ruang juga ditujukan untuk menghadirkan fasilitas yang lebih aman, nyaman, dan inklusif bagi pengunjung.
Selain mendukung aktivitas seniman dan pengelola galeri, pembenahan fasilitas diharapkan dapat memperluas akses masyarakat terhadap karya seni dan kebudayaan nasional. Peningkatan kualitas ruang publik menjadi salah satu fokus agar galeri dapat dimanfaatkan untuk berbagai kegiatan apresiasi dan edukasi seni.
Kegiatan peletakan batu pertama turut dihadiri Direktur Utama Nindya Karya Firmansyah, Direktur Operasi 2 Arif Putranto, Sekretaris Perusahaan M Maududy Ary, SVP Divisi Properti Arif Iswadi, serta SVP Divisi QHSE Dedikasi Firansyah. Sebagai pelaksana proyek, Nindya Karya bertanggung jawab menjalankan pekerjaan konstruksi dengan memperhatikan mutu, keselamatan, dan penyelesaian sesuai jadwal yang ditetapkan.
Komentar (0)