Wacana Pencabutan Bansos Pelaku Tawuran Dinilai Harus Dikaji Mendalam

metrotvnews.com
1 jam lalu
Cover Berita

Jakarta: Wacana pemberian sanksi tegas berupa pencabutan bantuan sosial (bansos) bagi keluarga yang anggotanya terlibat aksi tawuran di DKI Jakarta memicu berbagai tanggapan. Ketua Komisi B DPRD DKI Jakarta Nova Harivan Paloh menilai wacana tersebut perlu dikaji mendalam.

“Kalau untuk bansos itu dicabut, kan bukan hanya anaknya. Ini kan orang tua satu keluarga. Kalau misalnya itu saya mungkin dipertimbangkan,” kata Nova di Citywalk Gajah Mada, Jakarta Barat, Minggu, 25 Oktober 2026.
 

Baca Juga :

Garda Pemuda NasDem Tekankan Pentingnya Deteksi Dini Kesehatan Masyarakat

Nova menilai, pencabutan akses bantuan kurang adil karena dapat merugikan anggota keluarga lainnya yang turut bergantung pada bansos tersebut. Menurut dia, keputusan itu justru berpotensi menambah beban hidup warga miskin.

“Karena kalau misalnya itu kan anak bukan tentu istilahnya mungkin satu keluarga ada istilahnya lima orang, anaknya satu orang terlibat tawuran. Tapi kalau empat orang terdampak, kan kasihan dia ada orang tuanya,” jelas Nova.

Ia berpandangan bahwa penanganan masalah kenakalan remaja dan tawuran sebaiknya tidak berfokus pada sanksi yang berisiko memiskinkan keluarga. Langkah yang lebih efektif, lanjut Nova, adalah melalui pendekatan edukasi, pembinaan karakter, serta pemberdayaan ekonomi.

“Kalau bansosnya dicabut misalnya segala macam kan itu masalah yang lain, kasihan gitu kan. Ini artinya dengan hal ini, ya menjadikan juga buat kita juga bagaimana pemberdayaannya harus bagus ke masyarakat,” terang Nova.


Ilustrasi bansos. Foto: Dok. Metrotvnews.com.

Sebagai solusi nyata untuk menekan angka kenakalan remaja dan pengangguran di kalangan anak muda, berbagai program pelatihan dan pemagangan terus digalakkan. Salah satunya melalui program magang kerja bagi lulusan sekolah menengah agar mereka dapat berkegiatan secara lebih produktif.

“Lulusan SMA, tahun ini kita sudah memberikan juga kontribusi seribu orang pemagang, bisa di BUMN, bisa di TransJakarta, bisa di mana-mana. Jadi kalau misalnya lulus-lulus SMA dia belum dapat pekerjaan, dia masih nganggur, ayo ikut program magang, ada uang sakunya di sana,” kata Nova. 

(Metrotvnews.com/Afifah Alfina)


Artikel Asli

Komentar (0)


Lanjut baca:

thumb
Tragedi Tabrakan Kereta di Inggris gegara Salah Posisi Berhenti
• 7 jam lalu
0
thumb
Polemik Gibran, Kalkulasi Politik Prabowo Disorot, Ini Kata Direktur Puskapol UI
• 16 jam lalu
0
thumb
Kejagung Usut Dugaan Korupsi Nikel, Masyarakat Wolo Minta Pemerintah Pertimbangkan Dampak Ekonomi
• 4 jam lalu
0
thumb
Malaysia Buka Opsi Libatkan Negara Teluk untuk Bantu Indonesia Atasi Karhutla
• 12 jam lalu
0
thumb
Insanul Fahmi Ungkap Alasan Belum Ambil Akta Cerai dari Wardatina Mawa, Singgung Ongkos dan Tiket Mahal
• 12 jam lalu
0
Berhasil disimpan.