EtIndonesia.com Pada 24 Oktober, gempa bumi magnitudo 6,9 mengguncang perairan di dekat negara kepulauan Vanuatu di Pasifik Selatan. Kedalaman pusat gempa tercatat 10 kilometer.
Menurut pengukuran Survei Geologi Amerika Serikat (USGS), gempa magnitudo 6,9 terjadi pada pukul 13.31 waktu setempat, 24 Oktober, di perairan dekat Vanuatu, pada koordinat 14,056° Lintang Selatan dan 165,546° Bujur Timur. Pusat gempa berada sekitar 197 kilometer di sebelah barat laut hingga barat-barat laut Port Olry, Vanuatu, dengan kedalaman 10 kilometer.
USGS awalnya melaporkan gempa tersebut bermagnitudo 7,2, kemudian merevisinya menjadi 6,9. Pada pukul 13.35 waktu setempat, gempa bermagnitudo 6,3 kembali terjadi. Pusat gempa kedua berada sekitar 170 kilometer di sebelah barat laut Port Olry.
Berdasarkan informasi yang dirilis USGS, pada hari yang sama sedikitnya 15 gempa tercatat di kawasan tersebut, dengan magnitudo berkisar antara 6,9 hingga 4,5. Sebanyak sembilan gempa memiliki magnitudo 5 atau lebih.
Pusat Peringatan Tsunami Pasifik mengeluarkan peringatan tsunami, dengan menyatakan bahwa gelombang tsunami berbahaya berpotensi terjadi dalam radius 300 kilometer dari pusat gempa di perairan Vanuatu. Namun, peringatan tersebut kemudian dicabut.
Departemen Geologi dan Bahaya Geologi Vanuatu mengumumkan melalui Facebook bahwa pemberitahuan pencabutan peringatan tsunami dikeluarkan pada pukul 15.00 waktu setempat. Berdasarkan data terbaru mengenai permukaan laut dan hasil pengamatan, gempa tersebut tidak lagi menimbulkan ancaman tsunami bagi wilayah pesisir Vanuatu.
Hingga saat ini, belum ada laporan mengenai korban jiwa, korban luka-luka, ataupun kerusakan.
Vanuatu terletak di kawasan Cincin Api Pasifik, wilayah yang kerap mengalami gempa bumi akibat tumbukan lempeng-lempeng tektonik. Perairan di dekat Vanuatu juga pernah diguncang gempa bermagnitudo 6,3 pada 8 dan 20 Oktober lalu.






Komentar (0)