Warga Kelurahan Patehan, Kemantren Kraton, Kota Yogyakarta, dihebohkan oleh suara gauk di atas Plengkung Nirbaya atau Plengkung Gading yang tiba-tiba berbunyi pada Sabtu (24/10).
Gauk atau sirene yang berada di atas Plengkung Gading tersebut dahulu difungsikan sebagai penanda bahaya ketika terjadi serangan Belanda.
Namun, kini fungsinya telah dialihkan untuk memperingati Hari Kemerdekaan Indonesia dan peristiwa Serangan Umum 1 Maret. Gauk juga digunakan sebagai penanda waktu berbuka puasa. Gauk merupakan tiang besi dengan tiga terompet yang terpasang melingkar di bagian atasnya.
Kasi Humas Polresta Yogyakarta Iptu Dani HS mengatakan, peristiwa tersebut dilaporkan oleh seorang warga berinisial AF yang tinggal di wilayah Patehan, Kemantren Kraton. Sekitar pukul 21.08 WIB, AF mendengar suara keras dari Plengkung Nirbaya.
“Gauk tiba-tiba berbunyi selama kurang lebih lima menit,” ujar Dani dalam keterangannya, Minggu (25/10).
Warga setempat kemudian melakukan pengecekan karena khawatir suara tersebut menandakan adanya situasi darurat.
“Namun, karena tidak ada kejadian darurat, selanjutnya saksi berkoordinasi dengan pengurus kampung. Kemudian, saksi mematikan sakelar MCB yang berada di bawah tiang gauk,” jelasnya.
Berdasarkan hasil pendalaman, gauk Plengkung Nirbaya berbunyi akibat dugaan korsleting pada sistem kelistrikannya.
“Dimungkinkan penyebab gauk berbunyi karena ada korsleting sistem kelistrikan gauk tersebut,” kata Dani.






Komentar (0)