Indonesia Political Opinion (IPO) merilis survei terkait elektabilitas partai politik di dua tahun pemerintahan Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka. Hasilnya, Gerindra menempati posisi pertama, disusul oleh PDIP dan Golkar.
Survei IPO dilaksanakan pada 12-20 Oktober 2026 dengan melibatkan 1.200 responden dari seluruh provinsi di Indonesia. Penelitian menggunakan metode multistage random sampling, dengan tingkat kepercayaan 95 persen dan margin of error sekitar 2,9 persen.
Dalam survei itu, responden mendapat pertanyaan 'Jika pemilihan Anggota DPR RI dilaksanakan pada hari ini, partai atau calon legislatif dari partai mana yang Bapak/Ibu pilih?'. Sebanyak 23,1% responden memilih Partai Gerindra.
Sementara di posisi kedua ada PDIP dengan perolehan 11,6%. Posisi berikutnya diisi oleh Golkar di angka 10,7%.
Adapun PKB bertengger di posisi 4 pada survei IPO Oktober ini. partai Demokrat menempati posisi lima besar dengan perolehan 5,9%.
Berikut hasil elektabilitas partai politik versi IPO:
1. Partai Gerindra: 23,1%
2. PDI Perjuangan: 11,6%
3. Partai Golkar: 10,7%
4. Partai Kebangkitan Bangsa: 6,1%
5. Partai Demokrat: 5,9%
6. Partai Amanat Nasional: 5,8%
7. Partai Keadilan Sejahtera: 4,6%
8. Partai NasDem 4,2%:
9. Partai Solidaritas Indonesia: 2,9%
10. Partai Persatuan Pembangunan: 1,6%
11. Partai Gerakan Rakyat: 0,9%
12. Partai Gelora: 0,8%
13. Partai Hanura: 0,2%
14. Partai Perindo: 0,0%
15. Partai Ummat: 0,0%
16. Partai Buruh: 0,0%
17. Partai Kebangkitan Nasional: 0,0%
18. Partai Garuda: 0,0%
TT/TJ/RHS (Tidak Tahu/Tidak Jawab/Rahasia): 21,6%
(dwr/knv)






Komentar (0)