JAKARTA, DISWAY.ID - Wakil Ketua Umum Persatuan Tinju Amatir Indonesia (PERTINA) sekaligus mantan Director of IBA, Shelly Selowati H. Soejono, berharap program Makan Bergizi Gratis (MBG) dapat mendukung tumbuh kembang anak Indonesia.
Dalam jangka panjang, pemenuhan gizi yang baik diharapkan turut membuka peluang lahirnya bibit atlet tinju potensial, termasuk di kelas berat.
Shelly menilai, keterbatasan calon petinju kelas berat masih menjadi tantangan dalam pembinaan tinju nasional.
Selama ini, Indonesia dinilai memiliki banyak atlet di kelas ringan, sedangkan pencarian calon petinju kelas berat dengan potensi fisik yang sesuai masih membutuhkan perhatian lebih.
“Dalam tinju, kelas pertandingan ditentukan berdasarkan berat badan. Namun, untuk kelas berat, kami juga melihat postur dan tinggi badan sebagai bagian dari potensi atlet. Dari pengalaman pembinaan, mencari bibit kelas berat yang baik masih menjadi tantangan bagi PERTINA,” kata Shelly.
Menurut Shelly, tantangan tersebut tidak hanya terjadi pada kategori putra, tetapi juga putri. Pencarian calon petinju kelas berat putri bahkan dinilai lebih sulit. Padahal, kelas tersebut memiliki peluang prestasi yang dapat dikembangkan melalui pembinaan secara berkelanjutan.
BACA JUGA:Sudaryono Pasang Badan Bela MBG, Sentil Anggapan Uang Negara Habis, Dua Fakta Ini Diungkap!
PERTINA Soroti Pentingnya Gizi dalam Pembinaan AtletShelly menjelaskan, perkembangan seorang atlet dipengaruhi oleh berbagai faktor, mulai dari asupan gizi, kondisi kesehatan, latihan, hingga pendampingan yang sesuai. Karena itu, PERTINA berharap MBG dapat menjadi salah satu upaya untuk membantu memenuhi kebutuhan gizi anak sejak usia dini.
“Terlepas dari pro dan kontra yang berkembang, kami berharap program ini membawa manfaat bagi anak-anak.
PERTINA merasakan langsung sulitnya mencari bibit petinju kelas berat. Semoga dukungan gizi yang baik dapat membantu tumbuh kembang anak dan, dalam jangka panjang, membuka lebih banyak peluang bagi mereka yang memiliki potensi menjadi atlet,” ujarnya.
Meski demikian, ia menegaskan bahwa pemenuhan gizi bukan satu-satunya penentu keberhasilan seorang atlet.
Potensi olahraga setiap anak tetap perlu dikenali dan dikembangkan melalui program pembinaan yang terencana, dengan mempertimbangkan usia serta kondisi masing-masing.
Bagi PERTINA, upaya memperluas kesempatan anak untuk berkembang perlu berjalan beriringan dengan pembinaan olahraga yang berkesinambungan.
Dengan demikian, calon atlet dari berbagai daerah dapat memperoleh kesempatan untuk mengasah kemampuan dan meraih prestasi.
BACA JUGA:Prabowo Akui Program MBG Masih Banyak Kekurangan, 13 Orang Jadi Tersangka dan 353 Dipecat!
Regenerasi Atlet Tinju Indonesia Perlu Diperluas- 1
- 2
- »






Komentar (0)